Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 25 Apr 2019 18:30 WIB

TRAVEL NEWS

Badan Otorita Borobudur Cari 2.720 Tenaga Kerja

Rinto Heksantoro
detikTravel
Ilustrasi Candi Borobudur (Feti Habsari/dTraveler)
Ilustrasi Candi Borobudur (Feti Habsari/d'Traveler)
Purworejo - Untuk pengembangan Badan Otorita Borobudur (BOB), diproyeksikan membutuhkan 2.720 orang tenaga kerja. Semua demi kemajuan pariwisata di sana.

Peluang itu diharapkan dapat dipersiapkan dan diambil oleh masyarakat Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang menjadi bagian dari pengembangan BOB.

Direktur Utama BOB, Indah Juanita, menuturkan serapan kebutuhan ribuan Sumber Daya Manusia (SDM) itu dilakukan ketika masa pengembangan Zona Otorita BOB selama 5 tahun (2019 - 2024).

Dirut BOB, Indah Juanita beri paparan materi kepada peserta CVP (Rinto Heksantoro/detikcom)Dirut BOB, Indah Juanita beri paparan materi kepada peserta CVP (Rinto Heksantoro/detikcom)
Hal tersebut diungkapkan saat menjadi narasumber dalam acara Critical Voice Point (CVP) bertajuk BOB dan Pengembangan Pariwisata yang digelar Dinkominfo Purworejo di Pendopo Kabupaten, Kamis (25/4/2019)

"Amenitas pertama yang dilaunching adalah Glamping De Loano pada tahun 2019. Proyeksi Serapan SDM Pengembangan Zona Otorita BOB nantinya akan dilakukan selama 5 tahun," ujar Indah.

Disebutkan, sejumlah 2.720 orang tenaga kerja itu terdiri atas beberapa level pekerjaan dan kompetensi. Untuk level pekerjaan Juru dengan minimal pendidikan SMK dan BLK memiliki proporsi 60 persen dan level pekerjaan Madya dengan minimal pendidikan politeknik sebanyak 30 persen.

"Kemudian untuk level pekerjaan Manajer, minimal pendidikannya universitas sebanyak 10 persen. Masing-masing level terdiri dari berbagai kompetensi atau keahlian," lanjutnya.

Hal tersebut mengakibatkan banyaknya multiplier effect bagi masyarakat Kabupaten Purworejo. Selain tingginya serapan SDM, pengembangan Zona Otorita BOB memberikan dampak positif terhadap proyeksi jumlah pengunjung, proyeksi kebutuhan kamar, dan proyeksi nilai transaksi wisatawan.

Pengembangan pariwisata BOB sendiri menekankan konsep culture dan adventure sehingga akan banyak paket tracking ke desa-desa.

"Masyarakat di wilayah desa juga harus siap karena pasti akan ada banyak tamu. Wisatawan sekarang banyak yang senang blusukan dan menikmati nuansa tradisional desa," tambahnya.

Acara CVP berlansung interaktif dihadiri para pejabat Forkopimda, kepala OPD, kepala desa, serta pelaku wisata yang berada di sekitar kawasan BOB. Salah satu hal yang menjadi sorotan dan dipertanyakan banyak peserta yakni dukungan infrasturktur jalan.

Sejumlah peserta mendesak agar perbaikan serta peningkatan jalan segera dilakukan di sekitar kawasan hingga ke desa-desa yang memiliki potensi wisata.

Sementara itu, Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM pada akhir acara menegaskan komitmen Pemkab untuk menangkap peluang BOB, termasuk menyiapkan SDM dan infarastruktur jalan pendukung pariwisata.

Bupati Purworejo, Agus Bastian (Rinto Heksantoro/detikcom)Bupati Purworejo, Agus Bastian (Rinto Heksantoro/detikcom)
Namun, pihaknya juga berharap agar masyarakat dapat memberikan dukungan. Misalnya ketika Pemkab ingin melakukan pelebaran jalan kabupaten yang berdampak pada pembebasan tanah milik warga.

"Jangan sampai upaya Pemkab terkendala karena sulitnya kesepatakan terkait ganti rugi pembebasan lahan. Infrastruktur jalan adalah urat nadi perekonomian serta perdagangan kita. Karena itu, pemerintah daerah komitmen untuk terus melakukan perbaikan," ucapnya. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA