Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 01 Mei 2019 18:00 WIB

TRAVEL NEWS

Kasihan, Anak Berkebutuhan Khusus di Spanyol Ditolak Terbang

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Ilustrasi maskapai Ryanair (Dok. AFP)
Ilustrasi maskapai Ryanair (Dok. AFP)
Alicante - Sejatinya semua calon penumpang pesawat mendapat perlakuan yang sama, tak terkecuali orang berkebutuhan khusus. Hal itu menimpa seorang anak di Spanyol.

Anak berkebutuhan khusus atau autis memang memiliki kekurangan yang membedakannya dengan orang normal lain. Hanya saja, bukan berarti mereka harus dipandang sebelah mata.

Di Spanyol, kejadian tak menyenangkan dialami oleh seorang anak berkebutuhan khusus yang tengah bepergian dengan kedua orang tuanya. Dilihat detikcom, Rabu (1/5/2019), hal itu diceritakan jelas oleh sang ibu bernama Helen Estella di laman Facebooknya.

Singkat cerita, Helen yang memiliki anak bernama Leo akan traveling dari Bandara Alicante di Spanyol dengan pesawat maskapai bujet Ryanair pada Sabtu lalu (27/4). Hanya saja, pihak maskapai malah melarang Leo (15) yang berkebutuhan khusus terbang.

Menyandang kebutuhan khusus, Leo seringkali bepergian dengan bonekanya. Namun, pihak maskapai malah memberi biaya bonekanya karena dianggap sebagai tas. Hal itu membuat Leo berang dan gusar.

Mendapati Leo yang seperti itu, pihak maskapai malah melarang Leo terbang hingga memanggil beberapa polisi. Waduh!

"Leo ku sayang ada di Bandara Alicante dan mereka memberi tarif pada bonekanya. Ia yang menyandang kebutuhan khusus marah besar dan mereka malah memanggil lima polisi serta melarang ia naik," tulis Helen di laman Facebooknya.

Pada akhirnya, Leo pun harus tertahan di Bandara Alicante. Namun, ia berinisiatif membeli tiket pesawat maskapai Jet2 dan mendapat respon positif.

"Mereka memberinya satu deret bangku khusus dan tak mempermasalahkan soal biaya. Mereka menaruhnya di kursi roda dan kini ia tengah berobat," ujar Helen.

Mendapati keluhan Helen, pihak Ryanair berujar kalau Leo lepas kontrol di bandara dan akhirnya memilih tak jadi terbang.

"Di tempat pengecekan paspor, anak itu gelisah dan agresif pada pengasuhnya dan sang pengasuh memutuskan ia tak jadi terbang. Penumpang kemudian di bawa ke tempat bantuan medis bandara," ujar juru bicara Ryanair.

Ditambahkan, Leo dan pengasuhnya juga tak muncul di boarding gate. Mereka tak ditolak terbang dan mereka tak ditagih biaya tambahan. Itu versi pihak Ryanair. Ya, semoga tak ada anak berkebutuhan khusus lainnya yang mendapat pengalaman seperti itu. (wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA