Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 06 Mei 2019 21:42 WIB

TRAVEL NEWS

Fakta Sukhoi Superjet 100, Menabrak Gunung Salak dan Terbakar di Rusia

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Foto: Ilustrasi Sukhoi (Dok. Sukhoi)
Foto: Ilustrasi Sukhoi (Dok. Sukhoi)
Jakarta - Pesawat Sukhoi Superjet 100 milik maskapai Aeroflot terbakar hebat di Moskow. Kecelakaan dengan pesawat yang sama juga pernah terjadi di Indonesia.

Sebelumnya pesawat Sukhoi Superjet 100 milik Aeroflot terbakar hebat saat mendarat darurat di Bandara Sheremetyevo di Moskow, Rusia. 41 Penumpang tewas dan 37 penumpang selamat. Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan penyelidikan mendalam.

Ternyata, 7 tahun lalu Sukhoi tipe yang sama pernah kecelakaan juga. Dihimpun detikcom, Senin (5/5/2019), kejadian nahas menimpa Sukhoi Superjet 100 yang sedang promosi di Indonesia.

Pesawat ini jatuh di Gunung Salak setelah lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma pukul 14.12 WIB, Rabu, 9 Mei 2012. Menabrak lereng Gunung Salak, SSJ 100 ini menelan korban sebanyak 45 penumpang termasuk awak pesawat.

Pesawat itu serupa dengan yang digunakan untuk tur promosi di sejumlah negara sebelum Indonesia, yakni di Kazakhstan dan Pakistan. Sukhoi Superjet 100 berada di Indonesia untuk melakukan tes terbang dan sedang ditawarkan ke maskapai penerbangan di Indonesia.

Yang terbaru, pesawat Sukhoi Superjet 100 milik Aeroflot terbakar hebat saat mendarat tidak sempurna di Bandara Sheremetyevo di Moskow, Rusia, Senin (5/5). Dalam kejadian ini menewaskan 41 penumpang dan 37 penumpang selamat.

Dari sisi yang lain, pesawat ini mempunyai kemampuan kecepatan terbang maksimum mach 0.81 atau 950 km/jam. Dia bisa terbang hingga 40.000 kaki dan diklaim mampu beroperasi di bandara dengan landasan pacu yang pendek, yakni sepanjang 1.731 meter.

Kejadian ini bikin operator-operator penerbangan tertarik untuk memesan pesawat Sukhoi. Rusia ingin mewujudkan rencananya untuk menjual hingga 1.000 unit Sukhoi Superjet 100 ke pasar global. (wsw/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA