Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 10 Mei 2019 17:45 WIB

TRAVEL NEWS

Kurangi Limbah, NTB Terapkan Sistem Bank Sampah

Harianto Nukman
detikTravel
Hasil dari Bank Sampah di Lombok, NTB (Istimewa)
Hasil dari Bank Sampah di Lombok, NTB (Istimewa)
Mataram - Pemprov NTB tengah fokus menangani persoalan sampah. Salah satu caranya dengan mendirikan bank sampah di setiap desa.

Keseriusan penanggulangan sampah ini dilakukan dengan mencanangkan suatu program unggulan yang disebut Zero Waste. Sosialisasi digencarkan agar di satu desa bisa diupayakan memiliki satu unit bank sampah.

Aisyah Odist (43), seorang aktivis lingkungan dan pengelola Bank Sampah NTB Mandiri saat berbincang dengan detikcom, Jumat (10/5/2019) mengatakan program zero waste itu berangkat dari sikap dan perilaku atau usaha untuk mengurangi penggunaan plastik (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan usaha mendaur ulang (recycle).

"Program zero waste itu basisnya adalah perilaku 3R, yaitu perilaku mengurangi, menggunakan kembali dan daur ulang," ungkap Aisyah.

Kurangi Limbah, NTB Terapkan Sistem Bank Sampah (Istimewa)


Sedangkan menurut dia, program yang dilakukan Pemprov adalah mengupayakan satu desa, satu bank sampah. "Pastinya bank sampah perlu sampah, bukan mengurangi," ujarnya.

Karena itu Aisyah berharap Pemprov bisa membuat suatu kajian sistem yang tepat dan sesuai dengan karakter masyarakat NTB.

Bank sampah diganti jadi ruang terbukà hijau untuk berinovasi serta menjadi pusat kegiatan anak muda untuk berkreasi dalam bidang lingkungan.

Kurangi Limbah, NTB Terapkan Sistem Bank Sampah
(Istimewa)


Selain itu, mesti ada penyediaan ruang edukasi sampah untuk menghasilkan pelbagai karya yang bernilai seni dan ekonomi yang bersumber dari limbah. Hal itu, kata Aisyah akan sangat berpengaruh pada perubahan perilaku.

"Ingat ya, di beberapa negara tidak kenal bank sampah, tapi mereka berhasil karena investasi pendidikan, pengenalan teknologi baru dan terbarukan serta adanya aturan yang difollow up dengan jelas dan tegas," katanya. (sna/sna)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA