Bukan rahasia umum, kalau momen mudik menghasilkan banyak sampah di sejumlah rest area di jalur mudik. Gelaran tradisi terbesar bangsa Indonesia itu tak hanya menjadi kegiatan 'migrasi' besar, tapi juga momen di mana sampah menggunung.
Menyadari hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali mengingatkan para pemudik agar lebih bijak dengan sampah. Khususnya terkait sampah plastik yang proses penguraiannya memakan waktu yang sangat lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: (Randy/detikcom) |
"Bayangkan kalau orang mudik itu beristirahat di rest area, bayangkan ratusan orang setiap hari dan sampahnya dibuang di situ sembarangan," ujar Rosa.
Terkait hal itu, KLHK ingin mengajak pihak jasa marga selaku pihak yang berada di atas rest area di sepanjang jalur mudik. Kerjasama dengan pihak terkait harus dilakukan demi pengolahan sampah yang lebih baik.
"Sekarang gimana caranya mengajak agar sampah itu bisa dikelola dan rest area kita ajak agar sampahnya bisa mereka pilah, organik dan non-organik sampah plastik dan lainnya itu bisa diserahkan ke bank sampah untuk dikelola kembali," ujar Rosa.
Agar lebih diingat oleh para pemudik, pihak KLHK pun mengaku sudah punya tagline khusus terkait hal tersebut. Sekiranya momen mudik tetap menyenangkan dan tentunya tanpa sampah plastik.
"Jadi ada taglinenya, mudik asyik tanpa sampah plastik. Kita sedang berbicara dengan PT Jasa Marga karena mereka adalah pemilik rest area itu, mereka harus diajak agar bisa berpartisipasi dalam hal itu," tutup Rosa. (rdy/rdy)











































Foto: (Randy/detikcom)