Virus monkeypox atau cacar monyet ditemukan pertama kalinya di Singapura melalui perantara seorang pria Nigeria seperti diungkapkan oleh pihak Kementerian Kesehatan Singapura seperti diberitakan Reuters, Kamis (9/5). Diketahui, virus ini memang bermula di Afrika.
Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan bahwa pasien yang terinfeksi adalah seorang warga Nigeria berusia 38 tahun yang tiba di negara tersebut pada akhir April. Saat ini, penyelidikan sedang berlangsung. Sebanyak 23 orang telah diidentifikasi sempat melakukan kontak fisik dengan pria itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilihat detikcom dari situs resmi, Senin (13/5/2019), pihak Kementerian Luar Negeri atau Kemlu baik di Indonesia atau Singapura pun belum memberikan warning atau peringatan terkait hal itu bagi wisatawan Indonesia yang ingin liburan ke sana.
Pihak Kementerian Kesehatan Singapura pun mengatakan, bahwa traveler tak perlu khawatir akan penyakit tersebut. Walau begitu, pihak Singapura telah bersiap menangani hal tersebut.
"Meskipun risiko penyebarannya rendah, Kementerian Kesehatan mengambil tindakan pencegahan," kata kementerian.
Sejauh ini, orang Nigeria yang mengidap penyakit itu telah dikarantina bersama dengan 23 orang lain yang terindikasi melakukan kontak dengannya.
Layaknya penyakit cacar biasa, penyebaran virus ini pun tak jauh beda. Dikutip dari media Straits Times, infeksi hanya dapat terjadi apabila seseorang melakukan kontak fisik atau terkena cairan dari orang yang mengidap penyakit. Penyakit ini umumnya diderita oleh anak-anak.
Foto: (Public Health Image Library/WHO) |
Namun, penyakit ini akan lebih sulit menyebar ke traveler yang sebelumnya telah menerima vaksin cacar. Yang utama, hindari kontak fisik dengan orang yang terindikasi mengidap penyakit tersebut.
Simak Juga 'Imbauan Kemenkes RI soal Cacar Monyet yang Gemparkan Singapura':
(sym/aff)











































Foto: (Public Health Image Library/WHO)