Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 14 Mei 2019 10:45 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Tarif Baru Tiket Bromo dan Semeru Per 1 Juni 2019

M Rofiq
detikTravel
Gunung Bromo dari Seruni Point View, Probolinggo (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Gunung Bromo dari Seruni Point View, Probolinggo (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Probolinggo - Tarif masuk ke kawasan wisata Gunung Semeru dan Bromo akan naik per 1 Juni 2019. Hal ini dikarenakan naiknya premi asuransi untuk wisatawan lokal.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) akan menetapkan tarif baru bagi wisatawan lokal. Seperti informasi yang dihimpun detikcom, kenaikan tarif masuk kawasan TNBTS sebesar Rp 1.500,00 dari besaran tarif sebelumnya.

Per 1 Juni nanti, tarif masuk kawasan wisata Gunung Bromo bagi wisatawan lokal pada hari kerja yakni Rp 29 ribu. Naik Rp 1.500,00 dari tarif saat ini Rp 27.500,00. Sedangkan tarif hari libur menjadi Rp 34 ribu dari Rp 32.500,00.

Kemudian tarif masuk kawasan wisata Gunung Semeru akan menjadi Rp 19 ribu dari Rp 17.500 pada hari kerja. Sementara di hari libur menjadi Rp 24 ribu.

Sedangkan wisatawan mancanegara yang masuk ke Gunung Bromo harus merogok kocek Rp 220 ribu di hari kerja dan Rp 320 ribu di hari libur. Kemudian tarif masuk wisman ke kawasan wisata Gunung Semeru sebesar Rp 210 ribu di hari kerja dan Rp 310 ribu di hari libur.
Tarif Baru Tiket Bromo dan Semeru Per 1 Juni 2019Foto: tangkapan layar

Kenaikan tarif masuk TNBTS mengacu peraturan pemerintah RI nomor 12 tahun 2014, tanggal 14 Februari 2014. Yakni tentang tarif jenis PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak), yang berlaku pada Kementerian Kehutanan dan Perjanjian Kerjasama dengan PT Asuransi Jiwa Syariah Amanah Jiwa Giri Artha.

Jadi tiket atau tarif masuk TNBTS yang sudah dibeli wisatawan sudah termasuk asuransi kecelakaan jiwa dari PT Asuransi Jiwa Syariah Amanah Jiwa Giri Artha. Kepala Seksi Wilayah 1 Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Sarmin mengatakan, kenaikan tarif berlaku hanya untuk wisatawan lokal. Baik yang masuk ke obyek wisata Gunung Bromo maupun Semeru.

Menurut Sarmin, naiknya tarif bukan atas kebijakan BBTNBTS. Melainkan pihak asuransi yang menginginkan premi asuransi dinaikkan.

"Naiknya tarif bukan besaran biaya masuk ke TNBTS. Tetapi premi asuransi yang dinaikkan," kata Sarmin, Senin (13/5/2019), kemarin.


Naiknya premi asuransi, kata Sarmin, merujuk pada banyaknya kecelakaan yang umumnya menimpa para wisatawan lokal. Contohnya, wisatawan Gunung Bromo yang memaksakan mengendarai motor matic dan mengalami kecelakaan.

"Naiknya premi asuransi karena banyak wisatawan nusantara mengalami kecelakaan. Dengan naiknya premi asuransi, akan naik pula santunan asuransi yang diterima wisatawan nantinya jika mengalami kecelakaan," imbuh Sarmin.

Adapun santunan meninggal karena kecelakaan yang sebelumnya Rp 60 juta akan menjadi Rp 75 juta. Kemudian biaya perawatan karena kecelakaan yang sebelumnya Rp 6 juta akan menjadi Rp 7,5 juta.

Sarmin menambahkan, tarif masuk wisatawan mancanegara tidak berubah. Hal ini lantaran nilai premi wisman sudah berada di angka Rp 5.000 ribu. (msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA