Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 20 Mei 2019 22:05 WIB

TRAVEL NEWS

Terungkap! Puasa Ternyata Kunci Atasi Jetlag

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Ilustrasi (iStock)
Ilustrasi (iStock)
Jakarta - Ada banyak keutamaan puasa. Menurut penelitian terbaru, puasa ternyata bisa menyembuhkan jetlag setelah penerbangan panjang jarak jauh.

Baru-baru ini, sebuah penelitian teranyar menunjukkan keutamaan berpuasa. Puasa ternyata bisa menghindarkan traveler dari rasa tidak nyaman pada tubuh ketika terbang jauh melewati zona waktu alias Jet Lag.

Dihimpun detikcom dari beberapa sumber, Senin (20/5/2019), menurut tim peneliti dari Harvard and Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston, metode puasa ternyata cukup ampuh untuk mengatasi jet lag secara alami.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Clifford Saper menyebut puasa akan membantu jam biologis tubuh untuk mereset kembali sesuai dengan kondisi dan zona waktu dimana traveler berada. Cara ini lebih ampuh daripada secara perlahan menyetel jam tidur sebeum berpergian.

"Karena jam biologis tubuh hanya bisa bergeser sedikit setiap harinya. Butuh waktu sekitar seminggu untuk seseorang bisa menyesuaikan diri dengan zona waktu yang baru," kata Dr Clifford.

Dengan puasa, rasa lapar yang traveler rasakan bisa memicu reaksi internal yang akan membuat tubuh menyesuaikan jam biologis baru. Dr Clifford pun membeberkan cara berpuasa yang baik untuk menghindari jet lag.

BACA JUGA: Buka Puasa Pukul 9 Malam di Amsterdam

Pertama-tama, traveler harus sudah berhenti makan sesampainya di bandara, sekitar 2 jam sebelum take off. Traveler juga tidak boleh makan selama di penerbangan. Meski tidak makan, tapi traveler harus banyak minum air putih.

Setelah mendarat, traveler harus makan secepat mungkin sesuai dengan waktu makan di daerah yang traveler kunjungi. Misalnya sampai pagi hari, maka di pagi itu juga traveler harus sarapan.

Setelah berpuasa, usahakan mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan karbohidrat tinggi. Kandungan karbo dan protein tinggi tersebut akan membantu tubuh traveler tetap 'terbangun' sesuai dengan waktu yang tepat.

Tapi tidak semua traveler cocok dengan metode puasa untuk mengatasi jet lag. Traveler dengan penyakit seperti diabetes atau yang sedang dalam masa pengobatan tidak disarankan untuk berpuasa seperti itu.

(wsw/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA