Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 24 Mei 2019 19:10 WIB

TRAVEL NEWS

Naiknya Tiket Masuk di Sejumlah Tempat Wisata Bali Naik Tak Disoal, Tapi...

Aditya Mardiastuti
detikTravel
Ilustrasi Pantai Pandawa (Syanti/detikTravel)
Ilustrasi Pantai Pandawa (Syanti/detikTravel)
Denpasar - Kenaikan harga tiket masuk di sejumlah tempat wisata di Badung, Bali disorot pengusaha pariwisata. Mereka kerepotan menginformasikan ke agen tur.

"Peningkatan harga tiket masuk ke sejumlah tempat wisata hal biasa terjadi, kami tak terlalu permasalahkan. Industri yang penting adalah kepastian kapan diberlakukan," kata Ketua Association of Indonesian Tours and Travel Agency (ASITA) Ketut Ardana saat ditemui di kantor Gubernur Bali, Jl Basuki Rahmat, Denpasar, Bali, Jumat (24/5/2019).

Ardana mengatakan biasanya anggotanya itu sudah teken kontrak dengan para partner di luar negeri sekitar 3 bulan hingga satu tahun sebelum trip. Dia pun menyesalkan kenaikan ini dilakukan di pertengahan tahun saat kontrak sudah diteken.

"Anggota kami cara kerjanya dengan membuat harga kontrak dengan para oartnernya di luar negeri, biasanya 1 April hingga Maret tahun berikutnya, atau Eropa November ke Desemeber. Misalnya kalau sudah tandatangan, dan di tengah jalan dinaikkan pasti mengalami kerugian," jelasnya.

Pihak Dinas Pariwisata Badung mengaku sudah menyosialisasikan aturan ini sejak akhir tahun lalu. Ardana mengatakan pihak travel akhirnya pasrah menalangi para grup wisatawan yang sudah terlanjut teken kontrak.

"Saya sempat berkomunikasi dengan kepala dinas, sudah ketok palu dan tak bisa diubah. Sekarang masih Mei dan ada waktu dua bulan kami komunikasi dengan partner di luar. Ini masa berlakunya yang jadi maslah, kalau kenaikan harganya tak masalah," jelasnya.

BACA JUGA: Primadona Wisata Bali yang Bukan Pantai

Ardana pun mencontohkan biasanya para pengusaha jasa travel memungut keuntungan sebesar USD 5-10 perorang. Jika dilihat dari kenaikan harga tiket rata-rata tak sampai Rp 20 ribu atau USD 2 dari perhitungan itu nilai kenaikan harga tidak menjadi soal.

"Cuma yang kami khawatirkan di banyak obyek wisata. Kalau sudah sign kontrak sudah tidak bisa diubah, karena mereka sudah promosikan dengan berdasarkan harga kita," terangnya.

"Kita untuk mengubah harga itu dengan partner luar negeri tak bisa. Kita (yang) nutupin, syukur-syukur tak terlalu tinggi dan provit kita menurun masih kita syukuri," sambungnya.

Meski begitu, dia menyebut kenaikan ini tak bakal mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata. Sebab, pesona Bali sudah mendunia.

"Nggak akan berdampak pada kunjungan turis. Itulah hebatnya Bali destinasi dunia," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, kenaikan harga tiket masuk obyek wisata bakal diberlakukan pada 1 Juli 2019 mendatang. Penyesuaian tarif itu sesuai dengan Peraturan Bupati Badung nomor 17 tahun 2019 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga.

Berikut daftar biaya masuk obyek wisata di kawasan Badung per 1 Juli 2019:

1. Obyek wisata Sangeh
Wisatawan domestik: Rp 15 ribu, awal Rp 10 ribu.
Wisatawan asing: Rp 30 ribu, awal Rp 15 ribu
Anak-anak: Rp 5 ribu (tetap)

2. Obyek wisata Uluwatu
Wisatawan domestik: Rp 30 ribu, awal Rp 20 ribu
Wisatawan asing: Rp 50 ribu, awal Rp 30 ribu
Anak-anak domestik: Rp 20 ribu, awal Rp 10 ribu
Anak-anak mancanegara: Rp 30 ribu, awal Rp 20 ribu

3. Obyek wisata Taman Ayun
Wisatawan domestik: Rp 15 ribu, awal Rp 10 ribu
Wisatawan asing: Rp 30 ribu, awal Rp 20 ribu
Anak-anak domestik: Rp 10 ribu (tetap)
Anak-anak mancanegara: 15 ribu, awal Rp 10 ribu

4. Obyek wisata Air Terjun Nungnung
Wisatawan domestik: Rp 10 ribu, awal Rp 7.500
Wisatawan asing: Rp 20 ribu, awal Rp 10 ribu
Anak-anak: Rp 5 ribu (tetap)

5. Obyek wisata Labuan Sait
Wisatawan domestik: Rp 10 ribu, awalnya Rp 5 ribu
Wisatawan asing: Rp 15 ribu, awalnya Rp 10 ribu
Anak-anak domestik: Rp 5 ribu
Anak-anak mancanegara: Rp 10 ribu, awalnya Rp 5 ribu

6. Obyek wisata Pantai Pandawa
Wisatawan domestik: Rp 8 ribu (tetap)
Wisatawan asing: Rp 15 ribu (tetap)
Anak-anak domestik: Rp 4 ribu (tetap)
Anak-anak mancanegara: Rp 10 ribu (tetap).


(bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED