Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 02 Jun 2019 21:27 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenpar Tawarkan 20 Destinasi Andalan di Sales Mission China

Akfa Nasrulhak
detikTravel
Salah satu yang ditawarkan adalah Danau Toba. Foto: Shinta Angriyana/detikcom
Salah satu yang ditawarkan adalah Danau Toba. Foto: Shinta Angriyana/detikcom
Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengandalkan 10 Destinasi Prioritas serta 10 Destinasi Branding Pariwisata untuk menggoda pasar China. Dengan menggandeng salah satu travel agent terbesar di China, CITS, destinasi-destinasi itu diperkenalkan dalam sales mission di Area IV Tiongkok, yaitu Kota Xiamen dan Fuzhou.

Misi Penjualan 10 Destinasi Prioritas & 10 Destinasi Branding berlangsung di Hotel Pan Pacific, Xiamen, pada Selasa (28/5/2019) dan di Hotel Kempinski, Fuzhou pada Jumat (30/5/2019). Tema yang diangkat adalah 'Tourism Hub'.

10 Destinasi Prioritas yang diperkenalkan adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Taman Wisata Candi Borobudur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Pulau Morotai, dan Taman Nasional Wakatobi.

Sementara 10 Destinasi Branding terdiri dari Bandung (Jawa Barat), Great Bali, Great Jakarta, Great Kepri, Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), Coral Wonders (Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat), Medan, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi.


Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya, pihaknya menyiapkan program SEO. Tujuannya untuk mencapai target 20 juta Wisatawan Mancanegara (Wisman) tahun 2019.

SEO tersebut yang terbagi 3, yaitu Border Tourism, Tourism Hub, dan Low Cost Terminal. Menurutnya, dari 3 formula itu Tourism Hub menjadi konsep yang ideal untuk mendorong pertumbuhan pasar Tiongkok.

"Misi Penjualan merupakan kegiatan promosi pariwisata yang bersifat Business to Business (B to B). Penjualan langsung produk wisata bekerja sama dengan travel agent besar merupakan sebuah program yang strategis untuk mendatangkan wisman Tiongkok ke Indonesia," papar Nia, dalam keterangan tertulis, Minggu (2/6/2019).

Menariknya, lanjut Nia, Kemenpar tidak hanya menggandeng industri pariwisata dari Indonesia. Airlines dan Travel Agent dari Singapura juga dilibatkan. Mereka diajak karena menjual paket wisata dari China ke Singapura, Batam dan Bintan.

"Singapura dipilih menjadi Hub karena jaraknya yang cukup dekat dengan Indonesia. Selain itu, direct flight dari kota-kota di Tiongkok ke Singapura lebih banyak. Hal itu menjadi pertimbangan kita untuk mengajak mereka," terang Nia.

Industri pariwisata yang dilibatkan adalah PT Ansvin Transportasi Wisata, CCI Tour & Travel, Sindo Ferry, Singapore Alive, PT Restu Dewata Bali Tours, Travel Star, dan Silk Air.

Mereka berkesempatan mempresentasikan paket-paket wisata dan rute penerbangan yang mereka miliki. Sasaran jelas, kepada lebih dari 120 agen travel lokal di Kota Xiamen dan Fuzhou.

"Kemenpar juga mengundang teman-teman GenWI untuk berpartisipasi. Mereka menampilkan tarian tradisional Indonesia. Lengkap dengan kostum dan musiknya guna memperkenalkan keragaman budaya Indonesia," paparnya.


Sedangkan Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional I Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menjelaskan kegiatan yang digelar selama di China.

"Kepada para buyers, kita menjelaskan mengenai program Kemenpar Tourism Hub. Ada juga Presentasi & Product Knowledge dari ke-6 Seller. Diselingi dengan permainan scan & shake melalui WeChat app. Ada hadiah menarik yang kita berikan. Seperti koper, tas ransel, dan sebagainya. Hal ini menambah semangat dan mencairkan suasana," kata Vinsensius.

Sesi kegiatan utamanya adalah table top dengan sistem round table, seller meet buyer. Para seller diberikan waktu 6 menit untuk menjelaskan secara detail produk dan paket wisata yang ditawarkan.

"Berdasarkan kuesioner yang diisi oleh 6 sellers, diperoleh hasil jika paket yang ditawarkan sebanyak 2.080 pax. Sehingga, perkiraan potensi transaksi Rp 30 miliar," paparnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai sales mission di China sangat tepat. Apalagi yang ditawarkan 10 Destinasi Prioritas.

"Pergerakan wisatawan asal Tiongkok sangat besar. Sangat mendominasi. Oleh sebab itu, banyak negara yang menyiapkan strategi untuk menjaring wisatawan Tiongkok. Dan cara yang efektif adalah langsung 'mendatanginya ke Tiongkok'. Caranya tentu dengan membawa misi penjualan. Apalagi yang dibawa 10 Destinasi Prioritas. Kita tentu berharap impactnya akan positif," ujarnya. (prf/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA