Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Jun 2019 17:36 WIB

TRAVEL NEWS

Penerapan Formula LCC Dinilai Bisa Dongkrak Kunjungan Wisman

Tia Reisha
detikTravel
Foto: Kemenpar
Foto: Kemenpar
Jakarta -
Formulasi Low-Cost Carrier (LCC) dinilai ampuh untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Pada Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pergerakan wisman terlihat kompetitif di semester pertama 2019, apalagi terminal ini memang dikhususkan untuk LCC rute mancanegara.
LCC menjadi bagian dari strategi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mendorong pertumbuhan wisman. Penerapan melalui Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) diniai berhasil. Sebab, pergerakan wisman melalui pintu ini tumbuh 2,27% sepanjang semester pertama 2019. Dari rentang 1 Januari hingga 9 Juni 2019, arus wisman mencapai 1,8 juta orang. Angka ini surplus 40.000 dari periode sama pada 2018.
"Pengaruh positif dari penerapan LCC sangat terasa. Penerbangan LCC untuk rute internasional dan domestik sangat kompetitif. Pergerakannya diperkirakan akan terus ke depannya," ungkap President Director PT Angkasa Pusa (AP) II Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis, Kamis (13/6/2019).
Aktivasi LCC di Terminal 2F Bandara Soetta dimulai pada 1 Mei 2019 dan rapor menjanjikan ini pun langsung muncul. Sepanjang Mei 2019, pergerakan wisatawan di International LCC Terminal 2F Bandara Soetta naik 1,53% atau sekitar 277.666 orang. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2018, pergerakan wisatawan hanya 273.490 orang.
Sementara itu, sepanjang Januari hingga Mei 2019, pergerakan wisatawan tumbuh 2,5% atau mencapai 1,7 juta wisatawan. Padahal, arus wisatawan berada di angka 1,66 juta orang pada rentang Januari hingga Mei 2018. Awaluddin menambahkan, segmen LCC terus direspons positif oleh pasar.
"Penerbangan LCC memang memiliki segmen tersendiri. Respons yang dimunculkan oleh market sangat positif. Untuk itu, kami cepat meresponsnya dengan menerapkan LCC di Terminal 2F Bandara Soetta ini. Dengan rapor ini, artinya penerapan konsep LCC untuk kali pertama pun berhasil," lanjutnya.
Terminal 2F Bandara Soetta memang menjadi prototype pengeoperasian LCC di Indonesia. Saat ini, ada beberapa maskapai yang beroperasi di sana seperti AirAsia Group, Cebu Pacific, Citilink, Lion Air Group, dan Jetstar Asia. Daftar maskapai yang beroperasi di sana pun akan semakin bertambah karena Tiger Scoot juga akan bergabung di Terminal 2F mulai 1 Juli 2019.
"Ada banyak maskapai yang masuk ke Terminal 2F. Mereka melayani penerbangan internasional. Jumlah maskapai di sana pun akan terus bertambah. Yang jelas, melalui International LCC Terminal 2F ini arus wisatawan akan makin besar. Ujungnya tentu membantu industri pariwisata nasional," jelas Awaluddin.

Aktivasi LCC Terminal 2F Bandara Soetta juga memberikan dampak positif terhadap pergerakan wisatawan pada periode Lebaran. Sepanjang libur Lebaran 2019, pergerakan wisatawan berada di angka 10 ribu hingga 12 ribu orang per hari. Padahal, pergerakan pada kondisi normal hanya 7 ribu sampai 8 ribu wisatawan per hari.
"Konsep LCC ini sangat membantu pergerakan wisatawan sepanjang periode angkutan Lebaran 2019. Lonjakan pergerakan wisatawannya memang sangat signifikan. Kami optimistis LCC Terminal 2F akan terus tumbuh. Kami siap bersaing dengan LCC lainnya dan merebut pasar kawasan Asia Tenggara. Kami menargetkan pertumbuhan maskapai dengan rute mancanegara di sini," jelasnya.
Kontribusi positif LCC Terminal 2F Bandara Soetta pun akan berdampak besar pada arus wisman di Jakarta, apalagi bandara ini merupakan salah satu pintu besar masuk-keluarnya wisman. Sepanjang 2018, arus wisman di Jakarta tumbuh 2,3% dengan pergerakan mencapai 2,8 juta orang. Padahal pada 2017, arus wisman hanya 2,7 juta. Pergerakan wisman pun datang dari berbagai negara seperti China, Malaysia, Singapura, dan Jepang.
"Konsep LCC ideal untuk mengatrol pergerakan wisatawan. Dengan pembiayaan yang ramah, nantinya pasti akan banyak maskapai yang bergabung di sana. Konsep LCC harus diterapkan di bandara-bandara agar pergerakan wisatawan maksimal. Kalau wisatawannya bagus, pergerakan ekononomi dan investasi juga positif," ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik Asia Pasifik.


(idr/idr)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA