Tsunami Banten yang terjadi pada bulan Desember akhir tahun 2018 lalu telah meluluhlantakkan pariwisata di Banten hingga Lampung. Setengah tahun berlalu, Menpar Arief Yahya pun kembali meninjau kondisi pariwisata di lapangan dalam kunjungan kerja hari Jumat ini (5/7/2019).
"Sebenarnya saya ke sini dalam rangka recovery Selat Sunda aman. Tadi laporannya menggembirakan dan tidak menggembirakan," ujar Arief.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang menggembirakan lebaran kemarin okupansinya hampir normal 100% tapi setelah itu baru 70% lah kalau dirata-rata, tapi untuk Lampung udah fully recovered," ujar Arief di lokasi.
Menpar Arief Yahya saat kunjungan kerja ke Terminal Merak - Bakauheni (Randy/detikcom) |
Lebih lanjut, kehadiran Terminal Eksekutif Merak Sosro dan Bakauheni yang kian baik juga kembali membuka potensi untuk wisata overland seperti dahulu kala. Terlebih didukung oleh harga tiket pesawat domestik yang kian mahal dewasa ini.
"Ada beberapa kebetulan yang terjadi. Tol jadi nih Trans Sumatra dan Trans Jawa sampai pintunya di depan. Yang kedua tiket pesawat mahal, terjadilah overland seperti dulu lagi," ujar Arief.
BACA JUGA: Menpar Yakin Indonesia Jadi Destinasi Wisata Halal Unggulan
Dijelaskan, sekarang Jakarta ke Merak butuh waktu 2 jam plus 1 jam untuk menyeberang. Dengan waktu yang tak terlalu lama itu traveler sudah bisa menikmati atraksi yang berbeda. Tak menutup kemungkinan pula kalau terminal itu bisa jadi atraksi wisata.
"Bisa, jadikan saja ini pusat wisata. Cukup luas katanya lebih dari 700 hektar. Jadikan saja resort, nggak perlu khawatir. Ada banyak sekali partner yang kita kerjasama untuk membangun tourism resort di mari," tutup Arief.
(rdy/aff)












































Menpar Arief Yahya saat kunjungan kerja ke Terminal Merak - Bakauheni (Randy/detikcom)
Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru