Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 08 Jul 2019 22:42 WIB

TRAVEL NEWS

Penumpang Ini Jadi Zombie Saat Naik Pesawat

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Ada satu keadaan di mana penumpang pesawat bisa tidak sadar seperti zombie. Bagamana hal itu bisa terjadi dan apa penyebabnya?

Ternyata, ada risiko bahaya ketika mengonsumsi obat tertentu dalam penerbangan. Seperti dilansir CNN, Senin (8/7/2019), hal itu dikarenakan 'pill popper'. Atau keadaan di mana seseorang yang secara teratur mengonsumsi pil dalam jumlah besar, terutama barbiturat atau amfetamin.

Itulah yang dialami oleh penulis John Vlahides ketika ia terbang dari London ke San Francisco pada tahun 2008. Mula-mula ia mengajari pramugari cara memakai sorban dengan selimut pesawat terbang.

Kemudian, ia menunjukkan bagaimana cara membuat pesawat kertas kepada seorang bocah lelaki yang tidak bisa tidur. Sontak hal itu bikin keributan di kabin ekonomi pesawat dan itu tak disadarinya.

John mengira dia sedang tidur setelah menenggak dua botol kecil wine, minum satu miligram obat penenang dan 10 miligram Ambien, obat tidur yang populer. Bukannya tidur, dia malah sleepwalking dan melakukan banyak tindakan aneh tanpa sadar ketika dia melihat foto-foto dan selfie di smartphone-nya keesokan hari.

"Yang aneh adalah ketika mengingat semuanya saat melihat foto-foto itu. Ya Tuhan, aku merasa ngeri," kata Vlahides.

Ambien zombies

Vlahides telah mengalami apa yang oleh banyak pramugari menyebutnya sebagai 'ambien zombies'. Tapi ia beruntung karena tidak melakukan hal yang terlalu memalukan, tidak seperti pejalan tidur lainnya.

Penumpang Ini Jadi Zombie Saat Naik PesawatFoto: John Vlahides mengalami 'ambien zombies' (CNN)


Seorang pramugari, sebutlah namanya Betty pernah menulis hal itu dalam sebuah artikel di Yahoo. Tulisannya yakni 'Pengakuan Seorang Petugas Penerbangan yang Jengkel: Serangan Ambien Zombies'.

Diceritakannya bahwa ada penumpang kabin kelas ekonomi yang sedang tidur sambil berjalan, ia telah melepas semua pakaiannya dan menuju ke first class. Menurut cerita, dia dihentikan oleh pramugari dan disuruh mengenakan pakaiannya, penumpang ketika sadar merasa malu karena celana dalam ada di tangannya.

Kisah serupa diteliti oleh pakar Mayo Clinic, Dr Lois Krahn dalam penelitiannya tentang penggunaan narkoba di penerbangan dan jet lag. Krahn memberi tahu pasiennya satu kisah yang membingungkan sebagai peringatan tentang potensi bahaya obat tidur, terutama jika dikombinasikan dengan alkohol.

"Penumpang kelas bisnis trans pasifik meminum alkohol dan Ambien. Kemudian terbangun karena ingin buang air kecil. Lalu ia berdiri dan kencing di atas penumpang yang duduk di sebelahnya," kata Krahn.

"Bisakah Anda bayangkan betapa sulitnya menenangkan kabin kelas bisnis selama sisa malam itu," tambah Krahn sambil tertawa.

Otak Teflon

Ambien atau zolpidem tartrate, termasuk dalam kelas obat yang disebut sedative-hypnotics. Diresepkan untuk mengobati insomnia untuk orang dewasa di atas usia 18 tahun, ia bekerja dengan memperlambat aktivitas otak.

"Salah satu efek samping normal Ambien adalah pada dasarnya mengubah otak Anda menjadi teflon. Anda tidak bisa mengingat hal baru," kata Dr Julie Holland, seorang psikofarmakologis yang berpraktik di Manhattan.

"Hal lain yang terjadi adalah kamu merasa tidak nyaman, seperti yang kamu lakukan jika kamu mabuk atau telah meminum xanax atau ativan atau valium atau semacamnya. Kamu menjadi sangat santai dan bebas, dan kamu tidak ingat apa yang kamu lakukan," kata Holland.

Jika setelah Anda meminum dan berada di tempat tidur, lalu tidur, itu bukan masalah. Untuk memastikan itu, produsen Ambien memiliki informasi keselamatan yang jelas di situs webnya, yakni 'Jangan mengonsumsi ambien lebih dari sekali per malam dan sebelum tidur. Jangan minum Ambien kecuali Anda berada di tempat tidur selama tujuh hingga delapan jam'.

Jika di dalam pesawat, maka hal di atas akan sulit diikuti instruksinya. Anda tidak akan benar-benar bisa tidur nyenyak karena lampu menyala, ada orang di sekitar dan seringkali gangguan oleh staf penerbangan.

Itulah yang terjadi pada Vlahides dalam penerbangannya satu dekade lalu. Ketika meminum ambien, Anda bisa melakukan aktivitas di luar kendali. Hingga Anda tidak bisa berpikir jernih dan bertingkah aneh, bingung, atau kesal.

Sanofi, perusahaan yang memproduksi Ambien menanggapi masalah ini dengan mengatakan bahwa pihaknya mendorong setiap pasien yang meminum obat mereka untuk berkonsultasi dengan dokter. Pelajarannya, naik pesawat ditambah obat penenang dan alkohol, bisa sangat berbahaya!

Simak Video "Tampilan Inovasi Kursi Pesawat untuk Tangkal Penyebaran Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA