Pasca gempa magnitudo 6,9 yang berpusat di Sumur, Banten tingkat kunjungan wisatawan ke sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Sukabumi juga masih normal. Hal yang sama juga terjadi pada hunian hotel, peristiwa malam tadi tidak mempengaruhi pengunjung untuk bermalam di Sukabumi.
Hal ini diungkap Darmawel Chaniago, General Manager Grand Inna Samudra Beach Hotel (GISBH) mengaku sejumlah tamu tidak melakukan cancel booking pasca kejadian gempa Jumat (2/8/2019) malam tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi hotel berbintang empat tersebut memang berhadapan langsung dengan pantai di teluk Palabuhanratu. Manajemen GISBH sendiri sudah menerapkan program tanggap bencana kepada para karyawannya.
"Intinya kami ingin para wisatawan yang menginap merasa aman, ketika terjadi bencana seperti malam tadi semua karyawan langsung memberikan petunjuk dimana titik kumpul evakuasi," lanjutnya.
Hal senada diungkap Dadang Hendar, pembina Komunitas Pegiat Pariwisata (Kompepar) ini mengaku belum menerima laporan adanya kerusakan di lokasi wisata khususnya di wilayah yang kini masuk ke dalam Unesco Geopark Ciletuh Palabuhanratu.
"Belum saya terima informasi adanya kerusakan di lokasi atau spot-spot wisata. Untuk hunian hotel sendiri memang ada beberapa tamu sempat cancel boking namun setelah status dicabut mereka kembali mengkonfirmasi untuk membatalkan cancel dan tetap memilih untuk menginap," ungkap Dadang.
BACA JUGA: Wisata Pangandaran Tak Terpengaruh Gempa Banten
Dadang juga memastikan sejauh ini setiap lokasi wisata dan hotel mempunyai titik evakuasi. "Masih aman dikunjungi, namun kewaspadaan juga tetap harus dijaga, saya rasa itu. Keterlibatan BPBD dalam meningkatkan kualitas tanggap bencana kepada insan pegiat pariwisata juga terus ditingkatkan," tandasnya.
(sym/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Struk Belanja Taiwan Bisa Bikin Turis Jadi Orang Kaya Mendadak!