Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 07 Agu 2019 19:10 WIB

TRAVEL NEWS

Lestarikan Budaya, Lomba Perahu Sandeq Digelar di Polewali

Abdy Febriady
detikTravel
Ilustrasi Perahu Sandeq (dok Kemenpar)
Ilustrasi Perahu Sandeq (dok Kemenpar)
Polewali - Untuk melestarikan kebudayaan Suku Mandar, Kemenpar menggelar Lomba Perahu Sandeq 2019. Lomba ini akan berlangsung di Pantai Bahari, Polewali Mandar.

Lomba ini akan diikuti 20 perahu sandeq, dari 21 perahu yang terdaftar sebagai peserta festival Sandeq Race. 1 perahu gagal mengikuti lomba segitiga karena masalah teknis. Lomba digelar setiap tahun dan disambut ansusias ribuan warga yang berdiri di sepanjang pesisir pantai.

Saat lomba baru dimulai, para passandeq (pelaut sandeq) sempat terlihat kesulitan menggerakkan perahu, lantaran layar tidak mendapat tiupan angin. Passandeq terpaksa mendayung menggunakan kaki, lantaran dalam lomba Segitiga ini, peserta tidak diperkenankan menggerakkan perahu menggunakan alat bantu selain mengandalkan tiupan angin.

Dalam lomba ini, perahu sandeq bernama Cahaya Mandar yang mewakili pemerintah Kabupaten Mamuju, menjadi yang tercepat, disusul perahu sandeq bernama Merpati Putih yang mewakili Sekprov Sulawesi Barat, dan tercepat ketiga perahu sandeq bernama Mandala Polman yang mewakili Kementrian Pariwisata.

BACA JUGA: Selamatkan Penyu, Turis Lepas Ratusan Tukik di Polewali Mandar

Para passandeq berharap event sandeq race ini dapat terus digelar sebagai salah satu syombol kebanggaan nelayan di daerah ini.

"Saya sudah seringkali mengikuti event ini, saya merasa senang dan bahagia karena dapat turut berpartisipasi dalam upaya melestarikan keberadaan perahu sandeq," ujar Kale pemilik perahu Sandeq Cahaya Mandar.

BACA JUGA: Ini Dia Bentuk Telur Ikan Terbang yang Mahal dari Polewali Mandar

Pada tempat terpisah, Tim Percepatan Pengembangan Bahari Kementrian Pariwisiata mengaku, event sandeq race sengaja dilaksanakan untuk melestarikan budaya bahari nenek moyang suku Mandar.

"Perahu sandeq akan punah jika warga tidak lagi memakainya, tujuannya ada dua mempromosikan wisata daerah, serta menjaga komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan perahu sandeq yang sudah terkenal di seluruh dunia," ungkap Ranta Suranti kepada wartawan.

Rencananya, event marathon lomba perahu sandeq akan dimulai pada Kamis besok, memulai start dari Pantai Bahari, Kabupaten Polewali Mandar, dan dijadwalkan Finish di Kabupaten Mamuju, Jumat, 16 Agustus mendatang. Lomba perahu sandeq ini akan melalui beberapa etape yang diisi dengan sejumlah rangkaian kegiatan.

Simak Video "Sambut Maulid Nabi, Warga Polewali Mandar Bakar 5.000 Doda"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA