Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 08 Agu 2019 18:39 WIB

TRAVEL NEWS

Musisi Indie Nosstress Pukau Wisatawan Milenial di Buleleng Festival

Alfi Kholisdinuka
detikTravel
Foto: Kemenpar
Foto: Kemenpar
Jakarta - Kehadiran musisi Indie asal Bali Nosstress memukau ribuan pengunjung yang hadir di Buleleng Festival 2019. Lagu 'Mengawali Hari' dan beberapa lagu hits lainnya mampu menghanyutkan suasana malam para milenial di Buleleng, Bali.

Gitaris dan Vokalis Nosstress Band Angga pun mengapresiasi antusiasme pengunjung positif di Buleleng Festival 2019 ini.

"Kontennya bagus dengan beragam seni dan budaya. Selain Bali, kekayaan daerah lain juga ditampilkan. Sukses untuk Buleleng Festival dan ke depannya semakin meriah lagi," kata Angga, dalam keterangan tertulis, Kamis (8/8/2019).


Nosstress Band terbentuk sejak 2008. Ada beberapa album yang telah dirilis. Album pertama Nosstress Band dirilis pada tahun 2011. Judulnya, Perspektif Bodoh Vol 1. Berikutnya disusul Album kedua Perspektif Bodoh Vol 2, Viva Fair Trade, dan Ini Bukan Nosstress.

"Banyaknya milenial di sini bagus untuk masa depan pariwisata Buleleng. Seni dan budayanya selalu diterima. Dan, seluruh elemen ada dalam satu event Buleleng Festival. Pariwisata suatu daerah akan berkembang jika semua saling bahu membahu," kata Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani.


Tampilnya band lokal ini mampu menaikkan pesona Buleleng Festival. Sehingga menjadi magnet efektif untuk menarik kunjungan wisatawan. Sebab, band lokal tentunya mempunyai basis fans yang kuat. Bupati Buleleng Agus Putu Suradnyana mengatakan musik menjadi bahasa universal yang diterima seluruh generasi.

"Buleleng Festival tahun ini kami kemas dengan nuansa berbeda. Selain menampilkan berbagai tari-tarian, beberapa band lokal kami ajak untuk mengisi acara ini. Selain band lokal yang tampil di hari pertama, hari kedua nanti ada penampilan indah, dan lirik romantis ala Anji Manji," kata Agus.

Pada waktu bersamaan, Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuty menjelaskan Buleleng Festival banyak menginspirasi seluruh generasi. Diberikannya slot bagi band lokal terbukti ampuh guna menarik kunjungan wisatawan milenial.

"Potensi pasar milenial di Bali dan wilayah lain di Nusantara sangat besar. Tampilnya Nosstress Band ini tentu bagus. Apalagi, mereka sangat populer terutama di Bali. Kami optimistis, Buleleng Festival akan semakin banyak menyerap pasar milenial termasuk wismannya," jelas Esthy.

"Market milenial menjanjikan. Indonesia memiliki potensi pertumbuhan milenial 82 Juta orang. Untuk kawasan Asia, Tiongkok berada di slot atas dengan potensi market hingga 333 Juta orang milenial," imbuhnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menerangkan pasar milenial menyukai keunikan.

"Buleleng Festival dengan format live music seperti unik. Wajar bila milenial banyak yang begabung di sini. Dengan beragamnya genre musik dan penyanyi yang ditampilkan, festival ini akan terus menarik kunjungan kaum milenial," tuturnya.

Banyaknya pengunjung dan optimalnya pasar milenial, Buleleng Festival pun mendapatkan apresiasi. Menteri Pariwisata Arief Yahya pun menegaskan, pasar milenial tetap berpotensi menggerakkan industri pariwisata.

"Menyertakan live music dalam sebuah event sangat positif. Pergerakan wisatawan akan efektif, termasuk milenialnya. Mereka efektif untuk branding karena suka meng-upload ke media sosial," tutupnya. (mul/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA