Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 17 Sep 2019 13:25 WIB

TRAVEL NEWS

Penuh Nuansa Mistis, Ini Daya Tarik Barapan Kebo di Sumbawa

Harianto Nukman
detikTravel
Foto: Dok. Komunitas Barapan Kebo di Sumbawa
Foto: Dok. Komunitas Barapan Kebo di Sumbawa
Sumbawa - Barapan Kebo atau Saka Buffalo Race Series menjadi tradisi unik masyarakat Sumbawa, NTB. Ada pula nuansa mistis yang terselip di atraksi budaya tersebut.

Saka Buffalo Race Series menjadi salah satu event balapan kerbau yang dihadirkan pada Festival Pesona Moyo 2019. Event ini pun cukup digemari wisatawan mancanegara.

"Event ini sangat khas dan otentik", ungkap Ketua Panitia Barapan Kerbau atau Saka Buffalo Race Series World Championship 2019, Hendri Sumarto.

Menurut Hendri untuk menancapkan sepotong kayu Saka saja, misalnya, diperlukan ritual khusus. Ritualnya adalah Pasuk Sakaocu. Orang yang bertugas menancapkan Saka pun haruslah dari seorang yang memiliki ilmu spiritual dan kemampuan metafisika yang lebih. Masyarakat Sumbawa menyebutnya sebagai Sandro. Doa seorang sandro diyakini melindungi seluruh peserta dari potensi negatif.

Dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menuturkan event itu sangat khas dan otentik.

BACA JUGA: Saat Turis Terpikat Barapan Kerbau

"Saka Buffalo Race Series sangat otentik. Ada banyak ornamen, bahkan mistis. Event ini memiliki pasar kuat mancanegara. Buktinya, rombongan wisman mau menunggu dan ikut terlibat di dalamnya. Hanya saja, slot khusus bagi wisatawan harus diberikan. Mereka bisa mencoba sensasi Saka Buffalo Race Series dengan memakai kerbau khusus. Yang tidak terlalu liar dan itu bisa dipaketkan," tutur Rizki.

Saka Buffalo Race Series juga mengedepankan sport science. Ada beragam treatment yang dilakukan untuk menghasilkan kerbau pacu yang unggul pada Barapan Kebo.

Penuh Nuansa Mistis, Ini Daya Tarik Barapan Kebo di SumbawaFoto: Komunitas Barapan Kebo di Sumbawa (istimewa)


Kerbau pun diberi makan teratur 3 kali sehari dengan rumput segar. Setiap pekan diberi jamu khusus berupa rempah, madu, dan telur ayam kampung. Menjelang perlombaan, jamu itu juga diberikan pada kerbau yang akan digunakan bertanding pada saat acara balapan.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muhammad Ricky Fauziyani menyatakan, ada banyak ornamen dalam Saka Buffalo Race Series.

"Semuanya menjadi daya tarik utama bagi event tersebut. Keberadaan konten ini pun semakin menaikkan daya tawar event secara menyeluruh. Kami optimistis, pergerakan wisatawan semakin positif. Selain race, wisatawan bisa mempelajari sisi lainnya," ujar Ricky.

BACA JUGA: Sumbawa Pakai Barapan Kerbau Untuk Silaturahmi

Sebagai bentuk relaksasi, konsep Raperis pun diberikan. Raperis sendiri adalah teknik spa bagi kerbau. Selain dipijit khusus, kerbau pacu dimandikan dengan air hangat. Lebih spesialnya lagi ada ramuan khusus yang diberikan. Komposisi ramuan khusus itu dari beragam rempah yang berupa akar dan dedaunan. Agar kian impresif, kerbau pun rutin melakukan latih tanding melalui simulasi balapan.

Banyak value yang didapat wisatawan saat menikmati Saka Buffalo Race Series. Sebab, ada warna budaya yang kental di sana. Tampilan kerbau yang digunakan balapan pun semakin menarik karena dihias secara khusus.

"Ada warna tertentu dengan beragam asesoris yang jadi riasan kerbau. Pokoknya Festival Pesona Moyo 2019 makin keren dengan Saka Buffalo Race Series," tutur Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga pernah mendapat penghargaan sebagai Menpar Terbaik ASEAN.

Penuh Nuansa Mistis, Ini Daya Tarik Barapan Kebo di Sumbawa Foto: Komunitas Barapan Kebo di Sumbawa (istimewa)




Simak Video "Melihat Tradisi Karia, Saat Para Gadis Dipikul dan Diarak Kaum Pria"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA