Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 01 Okt 2019 09:40 WIB

TRAVEL NEWS

Maskapai Ini Dipaksa Bayar Rp 2,8 M ke Penumpang Stroke, Kenapa?

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Ilustrasi easyjet (AFP)
Ilustrasi easyjet (AFP)
Mallorca - Maskapai dari Inggris dipaksa bayar kompensasi senilai Rp 2,8 miliar ke keluarga penumpang yang mengalami stroke karena tidak diberikan pelayanan kesehatan.

Maskapai eastJet terpaksa harus membayar kompensasi senilai 165 ribu Poundsterling (setara Rp 2,8 miliar) kepada keluarga mendiang Keith Tarry, penumpang pesawat yang menderita stroke saat naik penerbangan easyjet pada medio 2017.

Keith diketahui terserang stroke dalam penerbangan dari Mallorca, Spanyol ke Inggris. Dia diklaim tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai oleh pihak maskapai easyjet.

Keith akhirnya meninggal dunia pada bulan Agustus kemarin. Dihimpun detikcom dari beberapa sumber, Selasa (1/10/2019), cerita bermula ketika Keith naik penerbangan tersebut soerang diri.

BACA JUGA: Penerbangan Delay, Seorang Penumpang Akhirnya Menerbangkan Pesawat

Sebelum terbang, pihak keluarga sudah memberikan notice dan mewanti-wanti kepada pihak easyjet, bahwa Keith punya masalah kesehatan yang serius. Namun yang terjadi, di tengah penerbangan Keith malah terserang stroke tanpa ada kru kabin yang mengetahuinya.

Sesampainya di London, Keith sudah dalam kondisi tidak bisa menggerakkan badannya dan juga tidak bisa berbicara. Akhirnya Keith pun dilarikan ke rumah sakit.

Pihak keluarga, terutama Angela (80) istri Keith, sangat menyayangkan respon dari pihak easyjet yang terkesan lamban dan tidak mempedulikan kondisi darurat suaminya.

"Mereka seharusnya memanggil dokter sebelum lepas landas. Dengan stroke, kamu harus bertindak cepat. Pelatihan di easyjet sangat bagus, tapi mengapa mereka tidak melakukan apapun untuk Keith? Saya terkejut dengan ketidakpedulian mereka. Saya tidak akan pernah memaafkan kru kabin yang bekerja saat itu," ungkap Angela.

BACA JUGA: Parah! Pria Ini Merokok di Landasan Saat Pesawat Isi Bahan Bakar

Pihak easyjet melalui juru bicaranya menyebut pihak maskapai turut berduka dan meminta maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa tersebut.

"easyjet menyesal bahwa kru kabin kami tidak menghubungi pihak keluarga atau pihak asistensi khusu saat sudah mendarat. Kami minta maaf karena tidak memenuhi standar yang pihak keluarga harapkan dalam kasus ini," pungkas juru bicara easyjet seperti dikutip dari The Sun.



Simak Video "Balapan Pesawat Listrik Pertama di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA