Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 02 Okt 2019 12:15 WIB

TRAVEL NEWS

Fotografer Travel Ini 'Terjebak' di Vietnam akibat MacBook Pro

Kris Fathoni W
detikTravel
1

Masih Tertahan di Vietnam

Halaman 2 dari 2

Ilustrasi Macbook Pro. (Foto: Photo by Georgie Cobbs on Unsplash)

Atas kejadian tersebut, Julian tampak tidak habis pikir. Jika pun ada pelarangan terhadap laptop yang dibawanya, ia merasa mestinya harus ada komunikasi lebih baik ke para pemegang tiket.

"Tapi hal ini sama sekali tidak dilakukan sepanjang perjalananku dan selama itu pula dua kali laptopku dianggap aman untuk ikut terbang," katanya mengeluh.

Otoritas penerbangan sipil Vietnam disebutkan sudah melarang MacBook Pro 15 inch yang dijual antara September 2015-Februari 2017 untuk masuk ke dalam bagasi maupun kabin. Pelarangan berlaku buat seluruh penerbangan komersil dari dan di dalam negeri.

Pelarangan itu berkaitan dengan informasi Apple selaku produsen MacBook Pro, bahwa sejumlah unit laptop itu memiliki baterai yang bisa panas sampai berpotensi memunculkan risiko terbakar. Apple sudah menawarkan penggantian baterai buat unit terdampak.

Saat ini Julian juga sedang menunggu proses penggantian baterai pada MacBook Pro yang dimilikinya, dengan estimasi waktu bisa memakan sampai dua pekan. Apalagi komponen baterai itu kabarnya mesti diterbangkan dari Singapura.

Hal itu otomatis berimbas pada waktu tinggal Julian di Vietnam. Ia tiba dengan opsi visa on arrival dan mengingat izinnya sudah nyaris habis, ia mesti memperpanjang masa tinggal dengan tambahan 52 pound sterling (Rp 909 ribu).

Selain itu, Julian semestinya juga dijadwalkan untuk terbang ke Rumania pada tanggal 30 September ini untuk pekerjaan lain. Ia pun terpaksa menunda waktu kedatangannya.

"Ada tempat-tempat lebih buruk untuk 'terjebak' tapi saat ini aku sama sekali tak tahu apa asuransi perjalananku meng-cover hal macam ini," ujarnya.

(krs/wsw)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA