Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 19 Okt 2019 14:50 WIB

TRAVEL NEWS

Cuaca Ekstrem, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla di NTB

Harianto Nukman
detikTravel
Foto: (dok BTNGR)
Foto: (dok BTNGR)
Mataram - Monitoring BMKG, hingga pertengahan November 2019 ini peluang hujan masih rendah hampir seluruh wilayah NTB. Ini bisa berdampak kekeringan dan kebakaran lahan.

Hari Tanpa Hujan (HTH) pada dasarian I Oktober 2019 ini secara berturut-urut umumnya terjadi dalam panjang 21 hingga 30 hari. Potensi kekeringan ekstrem pun terjadi lebih dari 60 hari.

"Hingga saat ini seluruh wilayah NTB masih berada dalam periode musim kemarau, dari data monitoring Hari Tanpa Hujan terakhir pada tanggal 10 Oktober 2019 juga menunjukan sebagian besar wilayah NTB didominasi kategori kekeringan ekstrem hingga lebih dari 60 hari tanpa hujan," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi Lombok Barat Restu Patria Megantara, Sabtu (19/10/2019).

Dikatakannya HTH terpanjang terpantau di Pos Hujan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat sepanjang 179 hari.

Peluang terjadinya hujan lebih dari 50 milimeter pada dasarian II Oktober 2019 ini sangat rendah yaitu di bawah 10%. Sementara peluang terjadi hujan lebih dari 20 milimeter per dasarian umumnya lebih dari 90% di seluruh wilayah NTB diprakirakan sampai dasarian I bulan November 2019.

"Musim hujan tahun ini diprakirakan akan mundur atau datang lebih lambat dibandingkan dengan normalnya," ungkapnya.

Potensi kekeringan di daerah dengan HTH lebih dari 60 hari terjadi untuk sebagian besar wilayah Pulau Sumbawa, Bima dan beberapa wilayah Lombok Barat bagian selatan dan Lombok Timur bagian selatan.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati- hati terhadap dampak yang ditimbulkan pada musim kemarau seperti kekeringan, kekurangan ketersediaan air bersih dan potensi kebakaran lahan di sebagian besar wilayah NTB.

Sementara itu, sebelumnya cuaca ekstrem disebut jadi salah satu faktor penyebab kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Tambora. Sudah 80 hektar lahan terbakar sejak Agustus-Oktober 2019.

Kebakaran hebat itu terjadi pada Selasa (15/10) lalu. Titik api muncul dari pos 2 hingga merembes pada pos 3 dan pos 4 jalur pendakian Pancasila. Beruntung api berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan.

Kebakaran juga terjadi di lereng puncak selatan Gunung Rinjani. Sekitar 150 hektar lahan habis dilalap api. Sedangkan pada hari Kamis (17/10) di jalur pendakian Sembalun, luas area yang terbakar diperkirakan lebih dari 60 hektar.




Simak Video "Waspada! Awal Mei, 14 Provinsi Ini Rawan Cuaca Ekstrem"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA