Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 22 Okt 2019 23:30 WIB

TRAVEL NEWS

Tekad Sumedang Jadi Destinasi Paralayang Kelas Dunia

Mukhlis Dinillah
detikTravel
Kemeriahan Pembukaan West Java Paragliding World Championship 2019 di Sumedang. (Foto: Rico Bagus/detikcom)(Foto: Rico Bagus/detikcom)
Kemeriahan Pembukaan West Java Paragliding World Championship 2019 di Sumedang. (Foto: Rico Bagus/detikcom)(Foto: Rico Bagus/detikcom)
Sumedang -
West Java Paragliding World Championship 2019 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Sumedang resmi dimulai. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan misi dan optimismenya.

"Kami ingin menjadikan Sumedang sebagai destinasi paralayang kelas dunia lewat event ini. Jadi ketika orang nyebut paralayang ya Sumedang karena nanti para peserta dari berbagai negara akan ikut mempromosikan (wisata) Sumedang," kata Dony dalam acara pembukaan, Selasa (22/10/2019).

Dony yakin Kejuaraan Dunia Paralayang yang notabene merupakan event sport tourism berskala internasional itu bisa kian mempopulerkan Kabupaten Sumedang di mata dunia dan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan.

Tekad Sumedang Jadi Destinasi Paralayang Kelas DuniaKemeriahan Pembukaan West Java Paragliding World Championship 2019 di Sumedang. (Foto: Rico Bagus/detikcom)
Ia pun optimistis bisa memanjakan memanjakan peserta dan wisatawan yang hadir dalam event kali ini. Itu karena Sumedang memiliki banyak destinasi wisata alam, budaya dan sejarah, hingga buatan.

"Sumedang akan menjadi destinasi komplet bagi West Java Paragliding World Championship 2019. Ada banyak destinasi wisata yang bisa diekplorasi oleh peserta bahkan pengunjung umum," ungkap dia.

Berdasarkan data Kemenpar, pergerakan wisatawan mancanegara di Sumedang mencapai 3.400 orang dan wisawatawan nusantara 428,2 ribu orang pada tahun 2019. Sumedang menargetkan kunjungan 25 ribu wisman dan 750 ribu wisnus di tahun 2019.




"Ini karena kita starnya di bawah ya, dengan adanya (event) ini setidaknya mencapai ribuan ya. Angka pastinya dinas," tutur dia.

Ia menuturkan salah satu venue utama event ini Batudua cukup populer sebagai destinasi wisata dirgantara. Destinasi ini pernah menjadi venue Pra Piala Dunia XC Paragliding 2013 dan Cabor Paralayang PON XIX 2016.

Berada di ketinggian 930 mdpl, Batudua menawarkan pemandangan indah dengan background Waduk Jatigede. Selain hamparan birunya air, wisatawan juga bisa menikmati beragam view indah pulau-pulau di Waduk Jatigede.

Menurutnya Sumedang juga menawarkan eksotisnya Puncak Damar Jatigede. Destinasi ini merupakan spot foto terbaik. Background utama juga Waduk Jatigede. Beberapa fasilitasnya adalah selfie spot, penginapan, pusat kuliner.


"Ada pasir cinta di sana terlihat 180 derajat tampomas keliatan, ceremai, bisa lihat jatigede banyak pulau kayak raja ampat, sekaligus kawasan gunung bromo dalam satu tempat ini indah sekali," tutur dia.

Destinasi wisata Sumedang semakin komplet dengan beberapa destinasi buatan. Ada Kampung Toga dengan beragam fasilitas outbond dan adrenalin melalui Paralayang dan Gantole. Alternatif lain, Kampung Karuhun dengan wahana permaina anak mini motorcross, berkuda, dan rivertubbing.
Event West Java Paragliding World Championship 2019 diikuti 392 peserta dari 20 negara. Mereka datang dari Asia, Eropa, hingga Amerika. Di antaranya Indonesia, Nepal, Filipina, Britania Raya, Rusia, Swiss, India, New Zealand, Belgia, Vietnam, Cina, Korea, Hong Kong, Thailand, Venezuela, Hungaria, Ceko, Bulgaria, Jepang, Spanyol, dan Zambia.

Ada 2 kelas yang diikuti, seperti Paragliding Accuracy World Cup (Venue Kampung Toga) dan Paragliding Cross Country World Cup (Batudua). Event akan ditutup dengan Paragliding Fun Fly juga Culture Festival (Pasir Cinta Cisema Jatigede).




Simak Video "Kemeriahan West Java Paragliding World Championship 2019 "
[Gambas:Video 20detik]
(mud/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA