Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 14 Nov 2019 21:04 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita Pulau Perbatasan Utara RI yang Dihuni Para Janda

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Mereka yang mengaku Suku Asli di Pulau Kundur (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Mereka yang mengaku Suku Asli di Pulau Kundur (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Pulau Kundur - Daerah perbatasan Indonesia menyimpan begitu banyak cerita. Salah satunya soal Pulau Kundur yang kebanyakan warganya adalah para janda dan anak-anak.

Tak banyak yang bisa kami gali dari desa pedalaman di Pulau Kundur ini. Mereka tak ramah orang baru, apalagi yang membawa alat perekam atau kamera.

Seperti pengalaman yang kami hadapi ketika merekam suasana kampung. Saat itu para ibu-ibu, yang kemudian diketahui baru pulang dari bekerja di kebun sawit, langsung memarahi kami. Bahkan ada yang mau menusuk salah satu teman kami ketika tak sengaja merekam wajahnya.

Apalagi saat kami membicarakan Suku Mantang. Mereka yang tak sengaja mendengar langsung marah dan bilang bukan bagian dari suku itu. Salah satu warga itu langsung mengacungkan parang!

Cerita Pulau Perbatasan Utara RI Ini Dihuni Para JandaFoto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

Kata salah satu warga, Elisna, Suku Asli yang ada di pedalaman Pulau Kundur ini menghuni 70 rumah. Mayoritas warganya beragama Kristen.

"Kami ini dari Suku Asli. Pekerjaan kami ke kebun untuk bongkar sawit. Ada sekitar 70 rumah di sini dengan mayoritas beragama Kristen," jelas Elisna.

Tentu penduduk Pulau Kundur ini adalah keberagaman yang perlu dijaga. Logat berbicara mereka layaknya orang-orang Melayu yang kebanyakan beragama Islam.

Saat di lokasi, tim kami juga melihat warga sedang menyembelih babi. Yang menyembelih babi adalah itu seorang pria, tapi Ketua RT di sana sendiri adalah wanita, yakni Elisna itu sendiri.

Cerita Pulau Perbatasan Utara RI Ini Dihuni Para JandaFoto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

Kabar burung, banyak pria atau para suami meninggalkan istri Suku Asli Pulau Kundur. Tapi itu belum bisa dibuktikan secara valid.

Dalam sebuah penelitian berjudul 'PERGESERAN PERSEPSI TERHADAP PENDIDIKAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL DI PULAU KUNDUR KABUPATEN KARIMUN PROVINSI KEPULAUAN RIAU' yang ditulis oleh Tika Permata Sari, Pulau Kundur memang dihuni dua suku terpencil. Dua suku itu yakni, Komunitas Adat Duano dan Mantang.

"Keberadaan masyarakat komunitas adat ini dilansir telah ada sejak tahun 1940-an dan saat ini masyarakat komunitas adat telah menempati lingkungan tepat tinggal mereka secara turun-temurun. Hingga saat ini diketahui masih banyak dari anggota masyarakat komunitas adat yang tidak menamatkan pendidikan formalnya dan banyak ditemukan anak-anak usia dini yang bekerja membantu orangtuanya," tulis Tika.

Selain dua suku di atas, terdapat berbagai suku yang mendiami Pulau Kundur. Di antaranya adalah suku asli Melayu, Minang, Bugis, Jawa, Batak, Tionghoa, dan yang lainnya.

Cerita Pulau Perbatasan Utara RI Ini Dihuni Para JandaFoto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

Komunitas yang ada di Pulau Kundur yakni Duano dan Mantang merupakan masyarakat yang memiliki tempat tinggal di tepi laut Pulau Kundur dan memiliki kehidupan yang tertutup. Cara tinggal mereka berkelompok dan anggota kelompok tersebut merupakan anggota keluarga mereka. Masyarakat Duano mayoritas beragama Islam dan sebagian kecil yang beragama Kristen Katolik.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!

Simak Video "Bus Kayu di Karimun yang Jadi Idola Turis Mancanegara"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA