Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 12 Des 2019 19:15 WIB

TRAVEL NEWS

Jalan Panjang Ekspedisi Merah Putih Menapaki Gunung Terganas ASEAN

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Foto: (Masaul/detikcom)
Foto: (Masaul/detikcom)
Jakarta - Ekspedisi Merah Putih akan dilaksanakan ke gunung terganas di ASEAN, yakni Hkakabo Razi setinggi 5.881 mdpl. Jalan panjang harus dilalui para pendakinya.

Dijelaskan Mayjen TNI Asrobudhi sebagai Ketua Umum Ekspedisi Merah Putih, penjelajahan adalah cara mengenalkan Indonesia ke dunia. Banyak ekspedisi dilaksanakan ke Gunung Hkakabo Myanmar semenjak tahun 1970-an.

"Tim ekspedisi melakukan latihan dari bulan Juni lalu. Setidaknya persiapan setahun untuk mendaki Gunung Hkakabo di tahun 2020," kata Asro dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

"Kita akan berangkat tanggal 17 Agustus. Karena BMKG di sana menyarankan awal September untuk pendakian yang aman dan kami akan mempersiapan itu," imbuh dia.

Dijelaskan Galih Donikara, Eiger Adventure Service Team yang juga sebagai Ketua Pelaksana Ekspedisi Merah Putih, ada beberapa hal melatarbelakangi pemilihan Gunung Hkakabo dalam perjalanan kali ini.

"Eiger punya cita-cita di kawasan tropis. Karena hastag kita Tropical Adventure. Kita merintis jalur di Kalimantan dan juga lakukan ekspedisi 28 gunung di nusantara. Hasilnya ke produk berbau hal lokal," kata Galih.

"Kalau ke inter lokal bagaimana? Ternyata di Asia Tenggara punya gunung tertinggi. Lalu dipilihlah Gunung Hkakabo," imbuh dia menegaskan alasan pemilihan destinasi ekspedisi ini.



Untuk diketahui, sudah banyak ekspedisi yang gagal dalam mendaki Gunung Hkakabo. Tim-tim yang gag ekspedisi itu berasal dari Jepang hingga AS.

"Untuk mencapai hutan sendiri butuh 12 hari dan summit tujuh hari. Jadi bolak-balik butuh waktu 30 hari. Tapi kami menganggarkan waktu selama dua bulan termasuk persiapannya," jelas Galih.

Selain medan berat, kondisi di Myanmar belum begitu stabil dengan militer masih menguasai pemerintahannya. Bahkan ada beberapa kawasan masih dikuasai independence army, termasuk Gunung Hkakabo.

Tapi Gunung Hkakabo masih terabaikan pengawasannya oleh militer karena medan yang berat dan butuh peralatan khusus untuk mengamankannya. Untungnya, karena kedekatan ras, pendaki Ekspedisi Merah Putih ini diuntungkannya.

"Dalam hal wisata alam mereka sangat menghormati karena menghasilkan devisa. Jadi wilayah itu sudah aman dijelajah dengan bantuan penuh dari KBRI Myanmar," ujar Galih.

Tim Ekspedisi Merah Putih sudah melakukan latihan di New Zealand untuk pengenalan snow dan ice climbing. Karena Gunung Hkakabo memiliki medan yang sama di ketinggian di atas 4.600 mdpl.

Selama delapan bulan sebelum ekspedisi dimulai, tim Ekspedisi Merah Putih akan terus melakukan latihan di gunung-gunung di Indonesia. Gunung-gunung yang akan dijajal, tentu melalui rute lain, yakni Gunung Raung hingga Gunung Halimun-Salak.

Bagi Eiger yang menjadi sponsor utama ekspedisi ini ingin yang dibawa adalah nama Indonesia bukan mereknya semata. Ekspedisi ini juga akan melihat sekuat mana ketahanan dari produknya.

Simak Video "Observasi Samudra Hindia, BMKG Lepas Tim Indonesia PRIMA"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA