Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 15 Des 2019 23:10 WIB

TRAVEL NEWS

Qantas Gandeng Airbus untuk Penerbangan Rute Terpanjang

Putu Intan Raka
detikTravel
Maskapai Qantas (ABC Australia)
Jakarta - Qantas akhirnya menggandeng Airbus sebagai pesawat untuk proyek rute terpanjang mereka. Untuk penerbangan non-stop dari Australia ke New York dan London.

Maskapai itu pada Jumat (13/12/2019) kemarin mengatakan Airbus telah mengalahkan Boeing 777X-8 sebagai pesawat yang akan digunakan dalam penerbangan Project Sunrise, yaitu penerbangan komersial dengan rute terjauh dalam sejarah penerbangan. Qantas rencananya akan membeli 12 pesawat Airbus jika mereka tetap melanjutkan rencana penerbangan jarak jauh tersebut.

Airbus akan memasang tangki bahan bakar di pesawat A350-1000 untuk meningkatkan kemampuan terbang maksimal agar bisa menjalankan misi penerbangan Qantas tersebut.

"A350 adalah pesawat yang fantastis dan kesepakatan di atas meja dengan Airbus memberi kami kombinasi terbaik dari istilah komersial, efisiensi bahan bakar, biaya operasi dan pengalaman pelanggan," katanya Chief Execuive Qantas, Alan Joyce sebagaimana diwartakan Traveller.



Harga pesawat Airbus A350-1000 ini adalah USD 530 juta atau sekitar Rp 7,4 triliun. Namun kabarnya Qantas melakukan negoisasi sehingga bisa mendapatkan diskon hingga 50 persen sehingga untuk 12 pesawat, mereka dikenakan biaya USD 3 miliar atau sekitar Rp 42 triliun.

Maskapai Qantas pada awalnya akan menentukan apakah mereka akan melanjutkan atau tidak melanjutkan Project Sunrise pada akhir tahun ini. Tetapi pihaknya akan memperpanjang batas waktu sampai Maret 2020. Sementara itu, rute penerbangan kemungkinan akan dimulai pada paruh pertama 2023.

Sebelum bisa menjalankan rute terpanjang ini, Qantas harus mendapatkan persetujuan mengenai penerbangan 21 jam itu dari Civil Aviation Safety Authority Australia sebagai regulator. Qantas mengatakan kalau regulator telah memberi 'saran sementara' setelah mereka tidak melihat adanya masalah pada manajemen kelelahan pilot pada rute terbaru itu. Namun, kendala yang masih harus mereka hadapi adalah menemukan kesepakatan mengenai gaji pilot untuk Project Sunrise ini.

Hingga kini, maskapai yang telah menggunakan Airbus A350-1000 ke Australia adalah Cathay Pasific dan Qatar Airways.



Simak Video "Sederet Maskapai Dunia yang Bangkrut Gara-gara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA