Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 11 Jan 2020 18:18 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Jakarta Lewat Tur Berbahasa Spanyol

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Tur komunitas Spanyol Dime ¿Por Qué? di Jakarta (istimewa)
Jakarta - Walking tour atau tur dengan berjalan kaki kerap dibawakan dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Namun, sekarang ada tur berbahasa Spanyol di Jakarta.

Mengenal Jakarta tak hanya dapat disampaikan lewat medium bahasa Indonesia atau Inggris, tapi juga bahasa asing lain. Semangat itu lah yang ingin disampaikan oleh komunitas bahasa Spanyol di Jakarta yang menamakan dirinya Dime ¿Por Qué?.

Berawal dari kecintaan akan bahasa Spanyol atau budaya Hispanic, lahirlah komunitas Dime ¿Por Qué? yang jadi tempat berbagi segala info soal budaya dan bahasa Spanyol. Didirikan pada April 2018 oleh Yoshi, Hendry Tano, dan Nurmala Dewi, komunitas ini diketahui cukup aktif di media sosial Instagram dan Line.

Tepat hari Sabtu ini di Museum Nasional, (11/1/2020), komunitas Dime ¿Por Qué? pun mengadakan sebuah acara walking tour berbahasa Spanyol bertajuk Caminantes de Batavia Vol 1: Museo Nacional.

Dalam poster keterangannya, tur tersebut bertujuan untuk mengajak para pecinta sejarah untuk lebih mengenal budaya Indonesia lewat Museum Nasional. Menariknya, tur pun dibawakan oleh pemandu wisata resmi di bawah Himpunan Pramuwisata Indonesia yang fasih berbahasa Spanyol.

Mengenal Jakarta Lewat Tur Berbahasa SpanyolWalking tour berbahasa Spanyol oleh komunitas Dime ¿Por Qué? (istimewa)
Dihubungi detikcom via sambungan telepon, sang pemandu berbahasa Spanyol yang bernama Riky Ramadani @kakisamson pun berbagi ceritanya yang perdana memandu bahasa Spanyol kepada orang Indonesia. Sebelumnya, Riky aktif memandu turis berbahasa Spanyol sekaligus salah satu pemandu berbahasa Indonesia dan Inggris di Jakarta Good Guide.

"Konsep awalnya walking tour, masih prototype. Keliling Museum Nasional dari gedung lama sampai gedung baru, full bahasa Spanyol," terang Riky.

Diikuti oleh 14 peserta yang kebetulan adalah warga Indonesia, Riky juga didampingi oleh enam orang anggota komunitas Dime ¿Por Qué?. Tayang perdana, respon dari para peserta disebut Riky cukup antusias.

"Tadi testimoni so far oke, banyak belajar. Bagi sebagian mereka first time experience. Mungkin di negara latin (ikut walking tour) pernah, tapi di Indonesia baru pertama kali. Ada yang datang dari Purwakarta," ujar Riky.


Adapun, Riky menyebut sejumlah tantangan yang ia hadapi ketika membawakan tur dalam bahasa Spanyol. Terlebih, tingkat kefasihan bahasa Spanyol tamu-tamunya juga berbeda.

"Kemampuan Spanyol tiap orang kan beda-beda, tadi juga ada pakai bahasa Indonesia pas ngelihat ekspresi peserta yang gak ngerti. Ada games juga dari materi guiding tadi," ujar Riky.

Lewat percobaan tur hari ini, Riky dan komunitas Dime ¿Por Qué? pun berencana untuk menjadikan tur berbahasa Spanyol ini sebagai program rutin.

"Rencananya mau dibikin sustainable, masih mikirin ke depannya mau digabung nativenya (turis berbahasa Spanyol) dengan wisatawan Indonesia atau dipisah," ujar Riky.

Untuk tur berbahasa Spanyol perdana yang dilangsungkan pada pagi hari tadi, Riky dan komunitas Dime ¿Por Qué? mematok tarif tur Rp 78 ribu per orang (Termasuk minum, booklet dan suvenir). Durasinya dari pukul 09.00-12.15 WIB.

Untuk latar belakang, dalam waktu hampir 2 tahun komunitas Dime ¿Por Qué? telah memiliki 2.000 subscriber dalam wadah aplikasi LINE OpenChat dengan 1.000 anggota lebih yang aktif di chat, menjadikannya komunitas belajar bahasa Spanyol yang terbesar di Indonesia.

Program mingguan yang dilakukan online antara lain 'Story Day' dan 'Basic Spanish', sedangkan program offline antara lain tur kota Jakarta dengan pengantar bahasa Spanyol, kelas Spanyol ekspres gratis bersama Instituto Nebrija - Jakarta, nobar festival film Spanyol dan Amerika Latin, dan sebagainya. Dime ¿Por Qué? juga dapat diikuti di Instagram @dime.por.que dan Line @DimePorQué.

Simak Video "Museum di Jakarta Dibuka Lagi, Berikut Aturannya di New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA