Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 14 Jan 2020 22:15 WIB

TRAVEL NEWS

'Kota Hantu' bak Negeri Dongeng

Putu Intan
detikTravel
Burj Al Babas merupakan proyek perumahan yang terbengkalai akibat krisis ekonomi Turki. (Foto: Getty Images)
Jakarta - Di sebuah kota, ratusan kastil megah berdiri berjajar tak ubahnya di negeri dongeng. Tapi sayang, krisis ekonomi menyebabkan tempat ini ditelantarkan begitu saja. Sampai-sampai jadi terlihat seperti 'kota hantu'.

Sempat ramai mengenai tempat wisata sampai mal 'hantu', kali ini juga ada 'kota hantu' berupa kompleks perumahan yang ratusan bangunannya ditinggalkan begitu saja.

Nama kompleks ini adalah Burj Al Babas yang terletak di Mudurnu, sebuah daerah di bagian barat laut Turki, di antara Istanbul dan Ankara. Jika kompleks ini dilihat dari jauh, traveler akan mengiranya sebagai sebuah kota yang ada di kartun Disney karena bentuk bangunan yang seragam berupa kastil. Namun bila dilihat dari dekat, kastil-kastil kosong itu justru bikin ngeri.

Kompleks Burj Al Babas sebenarnya merupakan proyek besar yang dikembangkan Sarot Property Group. Mereka sengaja membangun kawasan elite untuk menarik investor dan pembeli kaya dari kawasan Teluk. Sayangnya proyek besar ini terbengkalai karena kesulitan keuangan yang dipicu resesi yang melanda Turki pada tahun 2018. Kala itu, mata uang lira kehilangan 38 persen nilainya terhadap dolar.

"Beberapa penjualan telah dibatalkan," kata Wakil Ketua Sarot, Mezher Yerdelen sebagaimana diwartakan CNN pada Januari 2019 lalu.

Melihat Kota 'Hantu' Bak Negeri Dongeng di TurkiJajaran kastil di 'kota hantu' yang bak negeri dongeng. (Foto: Getty Images)

Dilansir dari Culture Trip, Selasa (14/1/2020) proyek Burj Al Babas yang telah dimulai sejak 2014 itu awalnya akan membangun 732 kastil yang masing-masing luas bangunannya mencapai 324 meter persegi. Bangunan didesain bergaya Prancis, dimana setiap kastil akan memiliki 3 lantai dan punya menara sendiri. Kastil-kastil itu dijual seharga USD 400-500 juta atau antara Rp 5,5-Rp 6,8 miliar.



Sementara itu, dilansir dari Lonely Planet, Selasa (14/1/2020), sebelum dinyatakan bangkrut, Grup Sarot telah membangun 587 kastil dimana 350 di antaranya telah terjual namun dibatalkan. Selain membangun kastil, mereka juga berencana membangun pusat perbelanjaan, masjid, bioskop, restoran, pemandian Turki, sampai ruang konferensi.

Kendati disebut bangkrut, pada Februari 2019 lalu, Mezher mengatakan kalau pihaknya optimis dapat melewati krisis keuangan.

"Saya percaya kami bisa melewati krisis ini dalam empat sampai lima bulan ke depan dan meresmikan sebagian dari proyek pada 2019," katanya.

Namun hingga saat ini belum ada kabar terbaru yang menjelaskan kondisi Burj Al Babas itu. Dilihat detikcom dari instagram Burj Al Babas @burjalbabasthermalresort, akun ini terakhir kali memposting foto pada November 2019 silam sedangkan postingan yang mempromosikan kastil-kastil di sana terakhir kali dilakukan pada Agustus 2018.

Lebih lanjut, di akun instagram itu juga disematkan tautan menuju website burjalbabas.com. Namun ketika coba dilihat, website tersebut ternyata sudah dihapus.


Selain masalah keuangan, pembangunan Burj Al Babas ini sebenarnya juga sempat memicu kontroversi di masyarakat. Berdasarkan laporan dari koran Turki Hurriyet, pembangunan itu telah menyebabkan kemarahan publik di media sosial, terutama karena kontrasnya desain bangunan dengan rumah-rumah bersejarah bergaya Ottoman di Mudurnu.

Mudurnu sendiri masuk dalam Daftar Sementara Situs Warisan Dunia UNESCO 2015. Tempat ini terkenal akan keindahan hutan pinus, mata air panas, serta pemandangan bersejarah, termasuk Masjid Sultan yang dibangun pada abad ke-14 sampai 16.




Simak Video "Perbatasan Turki-Irak Dijaga Ketat Gegara Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA