Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 04 Feb 2020 12:39 WIB

TRAVEL NEWS

WHO: Larangan ke China karena Virus Corona Berlebihan

Syanti Mustika
detikTravel
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus (REUTERS/Denis Balibouse)
Jenewa -

Banyak negara yang melarang warganya untuk bepergian ke China karena virus corona. Tapi, WHO menyerukan bahwa larangan itu bukanlah hal yang tepat.

Jumlah korban dan kasus virus corona kian meningkat. Saat ini, tercatat 17.238 kasus yang terkait virus corona di China, termasuk 361 kematian, serta 151 kasus dari 23 negara lain. Kabar terbaru pun mengatakan bahwa terjadi dua korban kematian di luar China, yaitu di Filipina dan Hong Kong.

Respons umum ditunjukkan sejumlah negara dengan tak menutup akses untuk orang-orang berpaspor China. Selain itu, sejumlah negara melarang warganya untuk menuju China. Sejumlah maskapai juga mengurangi bahkan menunda penerbangannya ke China hingga waktu yang tak ditentukan.

Reaksi itu dinilai Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, sebagai langkah yang berlebihan. Dia mengatakan bahwa kebijakan negara-negara di dunia melarang warganya bepergian ke China atau melarang warga China masuk ke negara lain bukanlah hal yang tepat untuk menghadapi virus corona. Karena, langkah itu tak akan menghentikan penyebaran virus.

"Kami mengimbau semua negara untuk mengimplementasikan keputusan yang berbasis bukti dan konsisten," kata Tedros seperti dikutip dari Reuters, Selasa (4/2/2020) .

Tadros mengatakan bahwa virus corona bukan hanya menjadi masalah China, namun telah menjadi fokus dunia. Kemungkinan besar jumlah kasus di luar China akan mengalami peningkatan.

Delegasi China dalam pertemuan dengan Dewan Eksekutif WHO di Jenewa pada minggu lalu pun mengecam langkah-langkah beberapa negara yang telah menolak warganya bahkan membatalkan penerbangan. Dalam pertemuan itu juga dikatakan bahwa Dewan Eksekutif reguler China tidak dapat hadir karena penerbangan dari Beijing dibatalkan.

Dalam kesempatan itu, Duta Besar AS, Andrew Bremberg, menyampaikan dukungannya untuk warga China. Dia juga menyampaikan komitmennya untuk membantu mengatasi wabah.

"Kami menyatakan dukungan, doa, simpati kami kepada warga China, terutama para tim medis yang melindungi komunitas mereka dan juga dunia. Kami belajar banyak tentang virus dan kan menerapkan langkah-langkah yang sesuai dengan rekomendasi WHO. Amerika Serikat berkomitmen untuk bekerja dengan semua mitra untuk mengatasi wabah," ujar Andrew.





Simak Video "Reaksi Amerika Serikat soal Temuan Tim Investigasi WHO di Wuhan"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA