Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Feb 2020 18:14 WIB

TRAVEL NEWS

Ada Wabah Corona, Ini Upaya Disparekraf Selamatkan Pariwisata Jakarta

Putu Intan Raka Cinti
detikTravel
Sejumlah warga ramai-ramai menggunakan masker di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Hal itu dilakukan untuk antisipasi virus corona.
Ilustrasi penumpang di Bandara Soekarno-Hatta yang siaga Corona (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Wabah virus Corona yang sedang merebak juga berakibat pada pariwisata Jakarta. Apa yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sejauh ini?

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) telah melakukan upaya mitigasi untuk mencegah penyebaran Corona dan mempersiapkan langkah untuk mengatasi penurunan angka kunjungan serta kerugian akibat wabah tersebut.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Disparekraf, Cucu Ahmad Kurnia, ketika ditemui detikTravel mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi hal ini.

"Kami berkoordinasi dengan stakeholder terkait pariwisata terutama untuk mitigasi, kalau dicurigai ada suspect corona kita kasih nomor telepon dan SOP-nya seperti apa, dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Sedangkan untuk penanganan di pintu masuk di bandara, itu kementerian (Kemenparekraf) yang koordinasi dengan Angkasa Pura," tutur Cucu.

Sementara itu, Cucu juga tak menampik bahwa Corona ini telah berdampak negatif pada pariwisata Jakarta.

"Virus corona sih (berdampak) secara global ya, bukan hanya di Jakarta. Apalagi wisatawan dari China itu urutan pertama ya, otomatis banyak cancellation (pembatalan) setelah saya ngobrol-ngobrol sama teman-teman travel dan hotel," ujarnya.

Penerbangan antara Indonesia dengan China memang sudah ditutup untuk mencegah penyebaran Corona. Kebijakan ini menyebabkan terjadinya penurunan kunjungan dari turis China dan wisatawan mancanegara (wisman) lainnya. Untuk menyiasati kondisi ini, Cucu memiliki strategi dengan mencari pasar (market) yang lain, yaitu dari wisatawan domestik.

"Kita harus cari market lain yang nggak rentan ya dengan isu-isu ini, seperti kita harus tingkatkan market domestik, nusantara agar tetap menggairahkan pariwisata Jakarta. Karena secara internasional memang kena shock, bukan hanya China tapi beberapa negara juga," tutup Cucu.

Lihat video wawancara dengan Cucu Ahmad Kurnia di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]

(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA