Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 25 Feb 2020 22:03 WIB

TRAVEL NEWS

Mendaki Gunung Fuji Tak Lagi Gratis

Putu Intan Raka Cinti
detikTravel
Gunung Fuji
Panorama Gunung Fuji (dok JJT)
Tokyo -

Guna menjaga kelestarian dan kebersihan Gunung Fuji, Jepang berencana akan mewajibkan setiap pendaki untuk membayar biaya masuk. Berikut besaran biayanya.

Gunung Fuji merupakan gunung tertinggi di Jepang yang ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun internasional setiap tahunnya. Tak kurang sekitar 300 ribu orang mendaki puncak Fuji yang terletak di ketinggian 3.776 meter di atas permukaan laut itu.

Sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO, Gunung Fuji amat dijaga kelestariannya. Hanya dengan banyaknya orang yang datang ke sana, gunung ini juga tak luput dari kerusakan dan pencemaran. Otoritas yang mengurusi Gunung Fuji, Dewan Warisan Budaya Dunia Fujisan telah berjuang untuk menutup biaya yang berkaitan dengan renovasi toilet di pondok gunung, pengoperasian stasiun bantuan di sepanjang jalan setapak dan pembersihan sampah yang ditinggalkan oleh pendaki.

Dilansir Sora News 24, Selasa (25/2/2020) guna mengatasi hal tersebut, dewan telah memberlakukan sistem donasi sukarela sejak 2014. Para pendaki diminta untuk menyumbangkan uang sebesar 1000 yen (Rp 122 ribu). Karena pendaki tidak wajib berdonasi, hanya 50 persen pendaki yang melakukannya.

Turis di Gunung Fuji.Turis di Gunung Fuji (Elvan Dany Sutrisno)

Namun, pada tahun lalu terjadi kenaikan jumlah pendaki yang sukarela memberikan sumbangan. Yaitu sebanyak 67,2 persen di jalur Yamanashi dan 67,4 persen di jalur Shizuoka. Hal ini menjadi bukti bahwa semakin banyak orang yang bersedia membantu memelihara gunung dan fasilitasnya.

Melihat fakta tersebut, komite khusus yang dibentuk dewan untuk mengawasi biaya pendakian ini akhirnya setuju untuk mempertimbangkan mewajibkan setiap pendaki untuk membayar biaya masuk. Komite ini terdiri atas para ahli pendakian gunung dan masalah lingkungan serta perwakilan dari Prefektur Yamanashi dan Shizuoka.

Selanjutnya, komite berharap dewan akan menerima usulan mengenai sistem pembayaran wajib yang baru tersebut melalui persetujuan formal pada bulan Maret. Setelah disetujui, komite akan menyelesaikan rincian mengenai jumlah biaya dan metode pengumpulannya pada akhir tahun fiskal 2020.

Setelah mendapatkan persetujuan, komite mengatakan mereka akan menyelesaikan rincian mengenai jumlah biaya dan metode pengumpulannya pada akhir tahun fiskal 2020. Sistem baru ini rencananya akan berlaku pada musim panas 2020.



Simak Video "Stasiun di Tokyo Kembali 'Bernyawa'"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA