Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 27 Feb 2020 11:40 WIB

TRAVEL NEWS

Warga Ingin Pemerintah Bangun Infrastuktur di Ranu Manduro

Enggran Eko Budianto
detikTravel
Keindahan padang rumput Ranu Manduro di Mojokerto sempat viral di Medsos. Yuk lihat keindahannya.
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Ranu Manduro di Ngoro, Mojokerto, mendadak ramai turis setelah keindahan bekas tambang ini viral di media sosial. Demi kenyamanan pengunjung, warga ingin pemerintah membangun infrastruktur.

Bekas tambang galian C yang menjelma menjadi padang rumput nan eksotis di Mojokerto ramai dikunjungi wisatawan. Padang rumput ini terletak di Dusun Manduro, Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Sebelumnya, lahan puluhan hektare itu gersang karena bekas tambang pasir dan batu (sirtu). Sejak sekitar sebulan lalu lahan itu berubah menjadi padang rumput yang hijau karena diguyur hujan.

Sejak Minggu (23/2), padang rumput yang dinamai Ranu Manduro ini mulai ramai dikunjungi wisatawan. Disebut ranu karena memang di area ini terdapat telaga bekas galian. Latar belakang Gunung Penanggungan menambah keindahan tempat ini.

Pengelola Ranu Manduro Yanto (46) mengatakan, warga Dusun Manduro ingin pemerintah membangun infrastruktur wisata alam yang baru muncul tersebut. Seperti pendapa, musala, tempat parkir dan rumah makan. Fasilitas itu tentunya untuk membuat para wisatawan semakin nyaman.

"Di sebelah kanan Ranu Manduro ada tanah kas desa yang luasnya sekitar 9 hektar bisa dimanfaatkan untuk membangun fasilitas tersebut," kata Yanto kepada detikcom di lokasi, Rabu (26/2/2020).

Selain itu, kata Yanto, warga juga ingin pemerintah memberikan fasilitas mobil tangki air untuk menyiram rumput selama musim kemarau. Karena saat musim kemarau, lahan bekas tambang itu gersang. Adanya tangki air bakal membuat keindahan panorama alam di Ranu Manduro bisa dinikmati sepanjang tahun.

"Kami masih menunggu rembukan di desa. Kalau disepakati, wisata ini bisa berkelanjutan," terangnya.



Selama dua hari ini, Ranu Manduro dikunjungi ribuan wisatawan. Ramainya pengunjung mendatangkan berkah bagi warga setempat. Ada yang menjadi tukang parkir, menjual makanan dan minuman hingga menyewakan sepeda motor.

Untuk masuk ke wisata ini, pengunjung hanya diminta membayar ongkos parkir. Tarifnya cukup terjangkau, yaitu Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Selain untuk mengupahi juru parkir, dana dari parkir akan dipakai warga untuk memperbaiki jalan menuju ke Ranu Manduro.



Simak Video "Sayang, Pesona Ranu Manduro Mesti Ditutup karena Sampah"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA