Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 09 Mar 2020 13:15 WIB

TRAVEL NEWS

Dampak Virus Corona, Karyawan di Bali Hanya Dibayar Setengah Gaji

Bonauli
detikTravel
Bali
Pura di Bali Foto: (Thinkstock)
Badung -

Dampak virus Corona semakin terlihat di Bali. Nyatanya, banyak pelaku usaha yang sepi dan upah karyawan dipotong setengah gaji.

Wabah dari virus Corona masih menjadi perhatian dunia. Di Indonesia sendiri, pemerintah tetap berupaya untuk menjual pariwisata kepada wisatawan domestik.

Wisman dibatasi. Sementara wisatawan nusantara diberi potongan harga tiket pesawat untuk dapat menutup kerugian dari kunjungan wisatawan China.


Tak bisa dipungkiri, wisatawan China menjadi dua teratas dalam menyumbang devisa untuk negeri. Pemerintah memberikan insentif melalui diskon pesawat ke 10 destinasi, yakni Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pinang, dan Tanjung Pandan.

Kita tahu bahwa dari 10 destinasi ini, Bali memang jadi yang paling terpukul. Diintip detikcom dari BBC, Kantor Imigrasi Bali mencatat ada 392.824 wisatawan yang datang di Bulan Februari.

Angka ini turun 33 persen dari Januari, setelah adanya larangan penerbangan dari dan ke China untuk mencegah penyebaran virus Corona. Turis yang sempat mampir ke China pun ditolak di Bali.



Turunnya angka kunjungan pasti berdampak pada usaha pelaku wisata. Melalui pengakuan Anak Agung Raka Bawa, ini adalah situasi bisnis tersulit dalam lebih dari 40 tahun.

Mengelola Rai Water Sport, tak ada turis yang datang selama 2 bulan terakhir. Usaha wahana air miliknya yang terletak di Pantai Tanjung Benoa, Badung, kosong melompong.

"Boleh dikatakan 99% kosong, karena mayoritas tamu kami memang dari China," kata Raka.

Pasar China dipilih karena adanya tren kenaikan kunjungan wisatawan dari RRT. Meski paketnya lebih murah, namun turis China selalu menang jumlah.

Kebanyakan dari turis China berwisata dalam rombongan. Mereka bisa mencapai 1.500-2.000 orang dalam satu grup. Kalau dirata-ratakan, jumlah turis China yang datang ke tempat usaha Raka mencapai 1.000 per hari.

"Rata-rata satu turis menghabiskan USD 90-100 di sini," tambah Raka.

Sementara itu, menurut Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ada penurunan okupansi di sekitar 6.000 hotel di seluruh Indonesia. Di Bali sendiri penurun menukik tajam hingga 70 persen sejak wabah virus Corona.


Namun Pemprov Bali telah mengimbau para pengusaha hotel agar tak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kesejahteraan karyawan pariwisata di Rai Water Sport pun ikut terdampak. Menurut Ni Wayan Tini, ada bonus yang didapatkan dari tamu di samping gaji bulanan.

"Cukuplah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari dan bekal anak sekolah. Kalau sekarang ya tidak ada lagi," katanya.

Tak hanya Raka, Ragil Pratama, yang bekerja mengemudikan perahu cepat untuk turis juga mengaku sepi wisatawan. "Biasanya bisa bawa tamu sampai 80 orang. Sekarang dapat 30 saja sudah syukur. Normalnya bisa mengantongi Rp 100 ribu per hari, kini hanya sekitar Rp20.000 per hari," ujar Ragil.

Menurunnya pendapatan usaha memaksa Komang Suaryasa, pengelola usaha lainnya, untuk memotong gaji pegawai yang kebanyakan bekerja dalam skema paruh waktu. "Kami hanya bisa mengupah karyawan setengah gaji. Itu pun kami kurangi," katanya.

Suaryasa berusaha optimistis jika kondisi ini tidak akan berlangsung lama. "Saya berharap secepatnya (pulih). Apalagi kami di Bali sudah membuat persembahan khusus untuk menolak bala," kata Suaryasa.



Simak Video "Jepang Minta Penyelidikan Tambahan soal Asal Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA