Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 20 Mar 2020 13:29 WIB

TRAVEL NEWS

Wabah Corona, Garuda Tetap Terbang Sampai Dihentikan Pemerintah

Dirut Garuda Irfan Setiaputra
Irfan Setiaputra Foto: Wirsad Hafiz / 20detik
Jakarta -

Wabah Corona memaksa berbagai negara untuk menerapkan kontrol perbatasan yang lebih ketat, larangan terbang pun diterapkan. Beberapa negara pun sudah melarang penerbangan domestiknya, namun Indonesia belum melakukannya.

Maskapai Garuda Indonesia memastikan akan tetap terbang ke pelosok Indonesia meski ada penurunan frekuensi penerbangan, sebagai imbas Corona.

"Ya, kalau Garuda dari sisi pelayanan kita harus pertahankan memang beberapa frekuensi ke kota tertentu alami penurunan. Tapi kita pastikan sampai hari ini tidak ada kota yang tidak kita layani. Sesuai dengan pelanggan. Memang yang tadinya 10 (frekuensi penerbangan) jadi 8 atau jadi 7 atau jadi 5 atau 3 jadi 1. Tapi kita pastikan tetap ada, sampai diminta oleh pemerintah untuk menghentikan," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam blak-blakan bersama detikcom.

"Jadi walaupun isinya sedikit, kita akan tetap upayakan. Kita bawa penumpang ke lokasi sudah diputuskan sebelumnya," imbuhnya.

Irfan menambahkan Garuda Indonesia punya pasar domestik yang kuat. Pada waktu awal Corona muncul, masyarakat masih memiliki keinginan untuk traveling dengan pesawat.

"Sempat juga pemerintah melakukan insentif untuk mendorong masyarakat Indonesia bepergian terutama ke daerah wisata yang terkena impact dengan adanya corona ini. Nah sebenarnya Corona di Indonesia memang agak perlahan impact-nya ke kita gitu ya. Beberapa hari lalu memang mulai terasa sih kalau ada penurunan yang cukup signifikan terhadap perjalanan domestik karena orang mulai menghindari juga perjalanan domestik ini," ujarnya.

Irfan juga memberikan fakta menarik saat ada anjuran pemerintah agar masyarakat bekerja di rumah (Work From Home). Penerbangan Garuda seperti Denpasar menjadi ramai, sebagian masyarakat sepertinya ada yang memutuskan untuk bekerja di sana saja.

"Tapi itu juga didukung oleh keputusan untuk tutup sekolah dan perusahaan termasuk pemerintah untuk mendorong orang kerja di rumah. Di hari yang sama cukup menarik juga penerbangan ke Denpasar penuh juga, saya mungkin menengarai mungkin karena belajar dari rumah, bekerja dari rumah sebagian keluarga memutuskan rumahnya di Denpasar," ujarnya.

[Gambas:Video 20detik]



(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA