Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 25 Mar 2020 06:31 WIB

TRAVEL NEWS

Hari Raya Nyepi Momen Umat Hindu Kembali ke Titik Nol

Putu Intan Raka Cinti
detikTravel
Umat Hindu merayakan hari Nyepi di pura tertua di Jakarta yaitu Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur.
Ilustrasi umat Hindu melaksanakan sembahyang Nyepi. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Hari Raya Nyepi menjadi momen umat Hindu kembali ke titik nol. Hari untuk membersihkan diri dari segala sifat buruk.

Sunyi, sepi, dan tenang. Bukan sebuah pesta ingar-bingar. Itulah gambaran perayaan Hari Raya Nyepi yang diperingati umat Hindu setiap setahun sekali. Tak peduli di mana merayakannya. Di Bali atau di luar Pulau Dewata itu.

Saat Nyepi, traveler yang menyambangi Bali bahkan otomatis tunduk. Penduduk satu pulau di timur Jawa itu hening. Ya, Pulau Dewata yang biasanya sibuk dengan ragam aktivitas, termasuk pariwisata, itu juga rehat sehari semalam. Ya, satu pulau berdiam.

Pemeluk agama Hindu di luar pulau Bali pun melakukan ritual yang serupa. Berdiam di rumah, tak terkoneksi dengan gaduhnya di luaran. Bahkan melalui telepon genggam.

Tapi, Hari Raya Nyepi bukan sekadar berdiam diri. Nyepi bukan hanya tidak beraktivitas.

***

Bila dilihat dari etimologinya, Nyepi berasal dari kata sepi yang mengandung arti hening. Saat Nyepi, umat Hindu akan belajar untuk mengendalikan diri dengan berpuasa, tidak bepergian, tidak bekerja, dan melakukan aktivitas hiburan yang dapat mencemari badan.

Hari Raya Nyepi tahun ini jatuh pada Rabu, 25 Maret 2020, yang menurut kalender Hindu merupakan tanggal 1 dari bulan ke-10 tahun Caka 1942. Nyepi menjadi momentum setiap umat Hindu untuk kembali ke titik nol yaitu membersihkan diri dan menjadi manusia yang lebih baik.

Kendati selama ini kita mengenal Nyepi diperingati dalam satu hari, namun perayaan Nyepi ini sebenarnya terdiri atas upacara-upacara yang membentuk sebuah rangkaian. Upacara-upacara itu adalah Upacara Melasti atau Mekiis, Upacara Pangrupukan atau Tawur Kesanga atau Tawur Agung, Hari Nyepi dan Ngambek Geni.

Hari Raya Nyepi, Saat Umat Hindu Kembali ke Titik NolUpacara Melasti (Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Upacara Melasti atau Mekiis biasanya dilakukan dua atau tiga hari sebelum pelaksanaan Nyepi. Tujuan dari upacara ini adalah menyucikan peralatan dan perlengkapan upacara.

Dalam proses penyucian ini berbagai sarana upacara akan diarak ke sungai atau pantai yang dianggap sebagai sumber air suci yang dapat membersihkan hal yang kotor. Selain itu, melalui upacara ini, setiap umat juga akan menyucikan diri untuk bersiap melaksanakan ritual catur brata penyepian di Hari Nyepi.

Setelah Melasti, ada pula Upacara Pengrupukan yang dilaksanakan sehari sebelum Nyepi. Pelaksanaannya bertepatan dengan Tilem Sasih Kasanga atau bulan mati, dimana hari itu merupakan hari terakhir sebelum pergantian tahun baru Caka.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Anies: Kegiatan Nyepi dengan Keramaian di Jakarta Ditiadakan"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA