Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 01 Apr 2020 19:46 WIB

TRAVEL NEWS

Awas! Jadikan Corona Bahan April Mop Bisa Dibui

Putu Intan
detikTravel
Yellow calendar on yellow background. April 1 writes on the calendar. Horizontal composition with copy space. Top view.
Foto: iStock
Jakarta -

Sejumlah negara melarang warganya menjadikan Corona sebagai bahan lelucon untuk April Mop. Bagi yang melanggar bisa dikenakan hukuman penjara.

Mulai dari Thailand sampai India, sejumlah negara mengimbau warganya untuk tidak menjadikan Corona sebagai bahan 'prank' April Mop. Beberapa negara bahkan mengancam akan memenjarakan orang yang kedapatan menyebarkan lelucon dan rumor terkait Corona karena dapat berisiko mengganggu masyarakat.

Di Thailand misalnya, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada 31 Maret, menegaskan barangsiapa yang menjadikan Corona bahan April Mop akan dihukum sampai 5 tahun penjara.

"Memalsukan diri terjangkit COVID-19 pada April Mop adalah pelanggaran hukum,"kata pemerintah Thailand melalui cuitan di Twitter.

Senada dengan Thailand, Presiden Taiwan Tsai Ing juga mengatakan bahwa siapapun yang menyebarkan rumor atau informasi yang salah mengenai Corona akan dipenjara sampai 3 tahun dan atau denda sampai USD 99.200 atau lebih dari Rp 1,6 miliar.

Sementara itu di India, unit keamanan siber Maharashtra akan menindak tegas pelaku penyebar lelucon Corona lewat jalur hukum.

"Pemerintah tidak mengizinkan siapapun untuk menyebarkan rumor atau kepanikan tentang #Corona," kata Menteri Dalam Negeri Maharashtra melalui twitter.

Pemerintah Jerman juga melakukan upaya yang sama, dimana Menteri Kesehatan Jerman mengimbau masyarakat tak membuat cerita palsu mengenai Corona. Jerman mengatakan bahwa, "Corona bukanlah lelucon".

Sampai saat ini, berbagai informasi yang salah atau hoaks terus beredar di internet terkait dengan Corona. Mulai dari meminum urin sapi sampai tidur dengan bawang, informasi tak benar mengenai Corona menyebar dengan liar. Masyarakat dikhawatirkan akan membuat cerita atau berpura-pura terjangkit Corona hanya demi mengerjai orang lain di momen April Mop.

Perusahaan teknologi, Google pun pada tahun ini tak merayakan tradisi April Mop demi menghargai masyarakat yang saat ini sedang berjuang melawan pandemi COVID-19.

"Tujuan terbesar kami adalah membantu orang, jadi mari kita simpan lelucon untuk April mendatang, dengan kondisi yang lebih baik dari hari ini," kata staf Google dalam sebuah email sebagaimana diwartakan Channel News Asia.



Simak Video "50 Nakes di Subang Jalani Tes Swab Usai Rekannya Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA