Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 13 Apr 2020 13:49 WIB

TRAVEL NEWS

Seperti Apa Proses Pembersihan Kapal Diamond Princess dari Corona?

Kapal Pesiar Diamond Princess
Diamond Princess Foto: CNN
Jakarta -

Kapal pesiar yang sempat menjadi episentrum virus Corona Diamond Princess dinyatakan perusahaan induknya Princess Cruises sudah bersih dari virus Corona. Princess Cruises sudah menyelesaikan proses diisinfeksi menyeluruh pada kapal pesiar Diamond Princess.

Drama karantina kapal pesiar Diamond Princess di Jepang awal Februari lalu (4/2). Semenjak diketahui ada penumpang yang positif corona, keseluruhan kapal yang terdiri dari 3.711 orang pun terpaksa dikarantina. Tak hanya membawa tamu WNA, kapal tersebut juga memuat 78 WNI di dalamnya.

Disinfeksi kapal pesiar yang berlabuh cukup lama di Yokohama Jepang setelah ada penumpangnya yang terkena Corona tersebut dilaksanakan oleh BELFOR Holdings. Cakupan disinfeksi meliputi semua area kawasan dengan akses publik dan awak, kamar kabin penumpang, kamar kabin awak, serta kawasan kuliner dan hiburan.

"Bekerja dengan pengawasan ketat dari Princess Cruises dan otoritas kepemimpinan aparat kementerian MHLW, BELFOR menerapkan prosedur pembersihan level tiga, sesuai dengan standar protokol yang ditetapkan, ditentukan, dipantau, dan disetujui oleh Pusat Toksikologi dan Kesehatan Lingkungan (CTEH), MHLW, dan Princess Cruises," tulis Princess Cruises.

Saat melakukan disinfeksi, semua teknisi melakukan pembersihan diri dengan menggunakan alat pelindung diri (APD). Proses ini dimulai dengan pelucutan dan pengeluaran semua produk linen, selimut, bantal, dan bahan-bahan lainnya dari kapal pesiar.

Kemudian, tim pekerja mendisinfeksi seluruh kapal (semua area di dalam kapal tanpa terkecuali), dimana semua permukaan dengan frekuensi sentuhan tinggi (seperti koridor, pegangan tangan, gagang pintu, dan sebagainya) menjadi area fokus disinfeksi terpenting, termasuk penerapan penggunaan produk disinfektan.

Kemudian, proses disinfeksi dan pembersihan turut digenjot untuk mencakup semua jenis lantai (karpet dan tak berkarpet), serta disinfeksi seluruh sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara (HVAC) di seluruh kapal.

Ratusan anggota tim operasi BELFOR dari Jepang dan Amerika Utara, Divisi Lingkungan, HVAC, dan Kelautan, telah bekerja sejak awal Maret untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Pada awal April, pekerjaan sanitasi Diamond Princess telah selesai. MHLW mencabut status karantina dan memberikan sertifikat layak berlayar tanpa jejak covid-19 kepada Diamond Princess.

Sesuai rencana, Diamond Princess telah pindah dari lokasinya yang sebelumya di terminal Daikoku di pelabuhan Yokohama ke galangan kapal terdekat untuk menyelesaikan perbaikan hotel, termasuk penggantian semua kasur, linen, mesin permainan, area mainan, peralatan layanan lainnya, serta beberapa proyek bersifat teknis lainnya. Fase ini diharapkan akan selesai pada bulan Mei 2020. Princess Cruises sebelumnya bernisiatif untuk menghentikan operasi global yang membawahi 18 kapal pesiar hingga tanggal 10 Mei.

"Rincian jadwal keberangkatan kapal pesiar berikutnya akan diterbitkan segera setelah konfirmasi telah diberikan," tulis Princess Cruises.



Simak Video "Imbas Varian Omicron, Jerman Perketat Perjalanan dari Afrika Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA