Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 16 Apr 2020 08:45 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Gadis Kanada yang Bertahan di Wuhan Demi Kucingnya

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
WNA Kanada yang tertahan di Wuhan.
Kristina Shramko, WNA Kanada di Wuhan (istimewa)
Wuhan -

Wuhan disebut sebagai pusat epidemi pertama corona di China. Di balik itu terselip kisah, seorang warga Kanada yang rela bertahan di Wuhan demi kucingnya.

Telah lebih dari 80 hari atau hampir tiga bulan berlalu semenjak Kristina Shramko, seorang warga negara Kanada, diminta untuk tinggal di apartemennya di Wuhan, China.

Kristina yang berumur 21 tahun merupakan satu dari warga Kanada yang baru pindah ke Wuhan, sekitar delapan bulan sebelum kota itu menjadi pusat epidemi corona. Terhitung sejak 23 Januari 2020 lalu, semua bentuk moda transportasi dari dan ke Wuhan telah dihentikan untuk menyetop penyebaran virus tersebut.

Di Wuhan, Kristina pun tinggal seorang diri dengan kucing lorengnya yang bernama Kitya. Sebenarnya, Kristina juga mempunyai pacar, tapi terpaksa tertahan di provinsi lain China akibat perjalanan bisnisnya.

Foto: (istimewa)

Menyadari kondisi di Wuhan yang kian tidak kondusif, Kristina pun mengajukan diri untuk mengikuti penerbangan evakuasi dari Wuhan ke Kanada pada Februari lalu. Namun, ia menyadari adanya larangan membawa binatang peliharaan di pesawat seperti diungkapkannya pada media Business Insider.

Pada akhirnya, Kristina tak jadi pulang ke negaranya. Dia lebih memilih bertahan di Wuhan bersama kucingnya Kitya.

Mengisi kekosongan sehari-hari, Kristina pun kerap membuat dan mengedit channel Youtubenya hingga menonton tv dan berbicara online dengan teman dan keluarganya. Namun, lockdown di Wuhan berbeda dengan di negaranya.

Pemerintah China diketahui begitu ketat di Wuhan. Warganya tak diperbolehkan keluar kecuali untuk membeli obat, di mana hal itu juga membuat munculnya kelangkaan makanan.

Setelah sebulan berada dalam karantina, Kristina menyebut kalau kesehatan mentalnya mulai terganggu. Hanya, masih beberapa waktu ke depan hingga pemerintah China melonggarkan lockdown di Wuhan.

Baru pada 23 Maret, orang dengan catatan sehat diperbolehkan kembali bekerja hingga meninggalkan Wuhan. Operasional bus pun kembali berputar pada 25 Maret dan kereta bawah tanah pada 28 Maret. Seminggu setelahnya, roda ekonomi di Wuhan kembali berdenyut.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
BERITA TERKAIT
BACA JUGA