Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 17 Apr 2020 20:43 WIB

TRAVEL NEWS

Legenda dan Cerita Putri Mandalika, Kisah Tragis di Pantai Pulau Lombok

Puti Yasmin
detikTravel
nyale, cacaing laut khas lombok
Legenda dan Cerita Putri Mandalika/Foto: Istimewa
Jakarta -

Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat menyimpan banyak keindahan alam, termasuk di Pantai Putri Nyale. Lokasi ini ternyata juga memiliki legenda tentang Putri Mandalika.

Legenda Putri Mandalika telah banyak diketahui dan disukai oleh orang sekitar. Bahkan, di antaranya sampai membuat film atau drama menggunakan bahasa Sasak atau Inggris untuk mengingat terus kisah ini.

legenda dan cerita putri mandalikalegenda dan cerita putri mandalika Foto: Istimewa

Seperti apa kisahnya?

Nama pantai Putri Nyale diambil dari legenda Putri Mandalika yang berubah menjadi Nyale atau cacing. Dikisahkan, dahulu kala hidup seorang putri bernama Putri Mandalika.

Putri Mandalika dikenal sebagai seseorang yang memiliki paras cantik dan baik hati. Karena semua keistimewaannya, ia dilamar oleh banyak pangeran dan pemuda.

Sang Raja pun meminta Putri Mandalika untuk memilih lamaran siapa yang akan diterima. Ia pun pergi bersemedi untuk memilih yang terbaik dari semua lamaran yang datang.

Sampai lah pada keputusan. Ia meminta semua orang, termasuk pangeran dan pemuda yang melamarnya berkumpul di pantai Putri Nyale yang juga dikenal sebagai pantai Seger (kuta Lombok).

Ia berdiri di atas batu besar dan menyampaikan beberapa kata. Dalam ucapannya, ia berharap agar tidak ada perpecahan atau peperangan karena memperebutkan dirinya.

Legenda dan Cerita Putri NyaleLegenda dan Cerita Putri Nyale Foto: istimewa

Usai mengucapkan hal itu, Putri Mandalika memutuskan untuk terjun ke dalam laut. Semua orang lantas mencarinya, sayang sang Putri tidak ditemukan.

Mereka yang mencarinya justru menemukan cacing berwarna-warni yang diberi nama Nyale. Cacing tersebut dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika yang hilang.

Dari kisah itu, penduduk sekitar akhirnya selalu melaksanakan acara Bau Nyale. Acara tersebut diperingati dengan mencari cacing pada tanggal 20 bulan 10 pada penanggalan suku Sasak atau hari di mana sang Putri hilang di laut.

Untuk mengingat terus amanat legenda Putri Mandalika untuk rela berkorban, dibangun sebuah monumen yang menggambarkan kejadian sang Putri berdiri di atas batu.



Simak Video "Mandalika Masuk Sebagai Cadangan di Kalender MotoGP 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/erd)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA