Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 20 Apr 2020 11:22 WIB

TRAVEL NEWS

Ketika Bandara Terbaik Dunia Menjadi Senyap

Bonauli
detikTravel
Jewel Changi
Foto: Johanes Randy
Singapura -

Pandemi virus Corona membuat Singapura kewalahan. Bandara Changi yang selalu ramai mengalami penurunan pengunjung amat drastis sehingga sepi.

Pada Bulan Maret, Bandara Changi, yang dilabeli bandara terbaik di dunia itu, membuat larangan kunjungan wisatawan jangka pendek dan transit melalui Singapura. Hanya pemegang izin kerja yang berkepentingan saja yang diizinkan masuk Singapura.

Bandara Changi juga menerapkan kebijakan karantina dan social distancing diterapkan dengan ketat. Siapapun yang melanggar terancam denda.

Selain itu, Terminal 2 Bandara Changi pun ditutup selama 18 bulan ke depan. Imbasnya, denyut pariwisata Singapura pun kian melemah. Jumlah pengunjung di Bandara Changi anjlok.

Pada Maret 2019, ada 5,63 juta penumpang yang datang ke Bandara Changi. Angka itu merosot tajam hingga 70 persen di tengah wabah Corona. Bulan Maret tahun ini, hanya ada 1,65 juta penumpang yang tercatat di Bandara Changi.

Jumlah pesawat yang mendarat dan lepas landas juga ikut terjun bebas sampai 49,9 persen. Tahun lalu ada 32.400 pesawat yang mendarat dan lepas landas, kini hanya 16.200 saja.

Tujuh hari terakhir di bulan Maret dirasa sangat payah. Penumpang yang datang 98 persen lebih rendah dari tahun lalu. Penerbangan turun drastis hingga 87 persen.

"Virus Corona mempengaruhi perjalanan udara dan membuat penurunan tajam di semua wilayah pada bulan Maret," begitulah keterangan dari Bandara Changi.

Masuk bulan April kondisi diprediksi belum membaik. Malah, Bandara Changi bersiap diri dengan jumlah penerbangan yang bakal lebih rendah sekitar 96 persen dari yang dijadwalkan.

Ini membuat kuartal pertama Bandara Changi di tahun 2020 turun 32,7 persen. Totalnya hanya 11 juta penumpang yang terjadi di kuartal pertama ini. Pengiriman lewat udara jua turun 8 persen menjadi 453.000 ton.

Pemerintah Singapura pun turun tangan. Sektor penerbangan akan mendapat bantuan USD 750 dari Pemerintah. Sehingga, sektor ini bisa bangkit lebih awal dan membantu sektor-sektor lain.

Terkait jumlahnya, Singapura telah mengkonfirmasi 6.588 kasus Corona. Jumlah kasus baru bertambah pesat, sehingga Pemerintah Singapura terus berupaya untuk memperketat kebijakan yang ada.




Simak Video "Rekomendasi Wisata dan Kuliner Malam di Singapura, Wajib Mampir! "
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA