Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 20 Apr 2020 20:20 WIB

TRAVEL NEWS

Angkut Banyak Penumpang, Pesawat Ini Langgar #jagajarakdulu

Air France
Air France tak menerapkan jaga jarak. (Charlotte Gillard/Twitter)
Jakarta -

Tak seperti penerbangan yang sepi di tengah Corona, pesawat ini justru dipenuhi penumpang. Jarak sosial bagi penumpang dilanggar.

Dilansir News Australia, maskapai Air France belum menerapkan jarak sosial pada penempatan penumpang dalam penerbangan dari Paris ke Marseille. Akibatnya, hampir semua kursi dipenuhi penumpang dengan jarak yang berdekatan.

Padahal, sejumlah maskapai yang sudah menerapkan jarak sosial, seperti Delta dan Alaska Airways. Bahkan, maskapai itu tak menjual kursi tengah.

Seorang jurnalis bernama Charlotte Gillard yang berada di dalam pesawat Air France terkejut melihat banyaknya penumpang asing, juga tak diterapkannya jarak sosial.

"Pada Paris-Marseille yang saya ambil, semua penumpang sangat terkejut melihat penerbangan full dan tidak ada tindakan pemisahan yang dilakukan untuk para penumpang," kata Gillard kepada Aviation 24.



Gillard menceritakan proses penerbangannya mulai dari persiapan di bandara hingga naik pesawat. Tak hanya dia, penumpang lain pun terkejut saat diberi tahu penerbangan penuh. Dalam satu seat, wajah penumpang satu dan lainnya hanya berjarak 30 cm.

"Yang mengganggu adalah bahwa selama seluruh proses pendaftaran dan naik pesawat di Bandara Roissy Charless de Gaulle, ada jarak sosial yang diterapkan. Tapi begitu kami naik pesawat, kami diberitahu bahwa penerbangannya penuh! Kami semua terkejut, duduk berdempetan satu sama lain. Sebagian besar penumpang tanpa masker," kata Gillard.

Para penumpang kebingungan dengan situasi ini di mana seluruh dunia telah menerapkan langkah jarak sosial bahkan fisik. Salah satu penumpang bahkan mengatakan seharusnya mereka ditempatkan di dua pesawat.

Pada minggu lalu, maskapai Qantas juga dipenuhi oleh para penumpang. Hampir semua kursi terisi saat penerbangan dari Townsville ke Brisbane.

Menurut juru bicara Qantas, biasanya sebagian besar penerbangan hanya diisi oleh 30% penumpang. Tapi, jumlah penumpang meningkat selama akhir pekan Paskah.

Setelah kejadian ini, maskapai Qantas telah menerapkan langkah-langkah untuk memastikan adanya jarak sosial di atas pesawat. Penumpang hanya bisa duduk di dekat jendela atau lorong karena kursi tengah dikosongkan.

"Penting untuk dicatat bahwa belum ada kasus bahwa ada orang yang mengidap virus Corona di dalam pesawat," kata juru bicara.



Simak Video "Lion Air Group Akui WNI Mabuk di Turkish Airlines Karyawannya!"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA