Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 02 Mei 2020 10:49 WIB

TRAVEL NEWS

Akibat Corona, Wisata Lembang Hanya Tahan 2 Bulan Lagi

Whisnu Pradana
detikTravel
Lembang Park & Zoo di Parongpong, Bandung Barat
Foto: (Whisnu Pradana/detikcom)
Bandung Barat -

Pandemi Corona turut menghantam pelaku pariwisata di Lembang. Ada yang belum lama buka dan hanya sanggup bertahan dua bulan lagi.

Baru dibuka akhir tahun 2019, objek wisata Lembang Park & Zoo di Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, akhirnya mesti tutup lagi akibat wabah Corona Virus Disease atau COVID-19.

Secara resmi, objek wisata yang menawarkan menikmati berbagai jenis binatang termasuk yang dilindungi itu tidak menerima kunjungan wisatawan sejak 19 Maret lalu.

Manager Operasional Lembang Park & Zoo, Iwan Susanto mengatakan, kondisi tersebut sangat mempengaruhi keberlangsungan obkek wisata tersebut. Sebab semenjak ditutup, sama sekali tak ada pemasukan yang bisa didapat.

"Jelas ini sangat berdampak buruk ke objek wisata kami. Sejak 19 tutup, hampir 1,5 bulan, praktis enggak ada pemasukan, tapi pengeluaran untuk perawatan hewan tetap besar, sampai Rp 70 juta sebulan," kata Iwan saat ditemui detikcom, Sabtu (2/5/2020).

Jika kondisi pandemi COVID-19 tak juga membaik, pihaknya sudah menggambarkan skenario terburuk. Yakni hanya bisa bertahan hingga 2 bulan lagi.

"Kuat bertahan paling sekitar 2 bulan lagi, karena ini sudah berjalan 1,5 bulan dan pengeluaran enggak berkurang. Kalau ada bantuan, mungkin bisa lebih bernafas lagi. Kalau sampai Juli belum buka akan sangat berat buat bisa bertahan," terangnya.

Saat ini, pekerja yang ada di Lembang Park & Zoo dibagi menjadi dua shift kerja dengan jatah kerja selama 15 hari sekali untuk mengurus dan merawat 450 binatang, termasuk membersihkan kandanganya.

"Kita enggak tega kalau merumahkan apalagi PHK, jadi opsinya itu dibagi 2 shift, kerja 15 hari, nanti giliran grup selanjutnya yang kerja. Lumayan menekan pengeluaran gaji. Kalau perawatan hewan dan pakan, kita agak renggangkan dengan pengurangan porsi makan dan binatang puasa di hari Sabtu," jelasnya.

Pihaknya berharap Kementerian Lingkungan Hidup segera mencairkan bantuan agar bisa membantu menekan pengeluaran dari pemilik yang saat ini mengandalkan uang pribadi.

"Kita belum buka donasi seperti kebun binatang lain, memang disarankan sebetulnya. Tapi kita tunggu KLHK dulu karena nanti mengeluarkan anggaran untuk bantu biaya operasional. Katanya sih di bulan Juli," tegasnya.



Simak Video "Sisa-sisa Kampung Gajah, Wahana Rekreasi yang Ditinggalkan"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA