Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 05 Mei 2020 19:45 WIB

TRAVEL NEWS

Virus Corona Tak Halangi Penerbangan Jenazah ke Israel

Femi Diah
detikTravel
Lima Hal yang Perlu diketahui Sebelum Berkunjung Masjid Al Aqsa di Yerusalem
Ilustrasi Yerusalem (ABC Australia)
Tel Aviv -

Perjalanan udara ke Israel nyaris nol saat pembatasan pada pandemi virus Corona. Tapi, satu penerbangan tetap bertahan, yakni kargo untuk orang Yahudi yang ingin dimakamkan di Yerusalem.

Ayah Dan Leshem, Amnon, meninggal dunia akibat virus Corona di Belgia, yang sudah menjadi rumahnya selama 20 tahun terakhir, bulan lalu. Leshem tak memakamkan ayahnya di negara itu, tapi menerbangkannya pulang ke Israel.

Padahal, menerbangkan jenazah saat merupakan langkah yang rumit dan mahal, bahkan dalam keadaan biasa. Itu ditambah biaya transportasi dari dan ke makam.

Belum lagi, tanah yang harus disiapkan di Yerusalem yang bisa mencapai puluhan ribu dolar, tergantung pada lokasinya. Tempat paling mahal ada di pemakaman Mount of Olives di Yerusalem, yang menghadap Kota Tua yang bertingkat dan situs-situs penting Yahudi.

Mereka yang memilih untuk dimakamkan di Israel juga harus memiliki jaringan di birokrasi, mulai dengan menangani perusahaan di titik keberangkatan mereka ke konsulat atau kedutaan Israel lokal mereka serta Kementerian Kesehatan Israel.

"Keinginan terakhirnya adalah dimakamkan di Israel," kata Leshem seperti dikutip AP.

"Sudah jelas bahwa kita harus membawanya," kata dia.

Ya, selama berabad-abad, orang-orang Yahudi berusaha dikebumikan di tanah suci, Israel. bahkan, pandemi virus Corona, yang membuat penerbangan dan evakuasi jenazah di dalam pesawat, juga proses pemakaman tak lagi sama, bukanlah penghalang.

Orang Yahudi bercita-cita untuk dimakamkan di Tanah Suci sejak lama. Nenek moyang alkitabiah, Yakub dan putranya, Yusuf, meminta dimakamkan di Tanah Perjanjian setelah meninggal di Mesir. Beberapa orang Yahudi percaya bahwa dimakamkan di Tanah Suci menjadi sebuah penebusan dosa atau akan membuat kebangkitan lebih mudah ketika Mesias datang.

Bagi keluarga kaya, pemakaman di saat pandemi Corona bahkan sebisa mungkin dilakukan secepatnya. Mereka memilih untuk menyewa pesawat pribadi.

"Tanah Israel adalah tempat yang sangat istimewa bagi orang-orang Yahudi untuk dimakamkan," kata Rabi Michoel Fletcher, yang memfasilitasi pembelian plot pemakaman di Israel untuk orang Yahudi dari luar negeri.

"Penerbangan sudah sangat berkurang, tetapi ada penerbangan kargo. Jadi, mungkin butuh sedikit lebih lama, tapi kami membuat jenazah untuk diterbangkan," ujar dia.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan sebanyak 300 mayat, termasuk yang tewas karena COVID-19, telah diterbangkan untuk dimakamkan sejak Februari 2020. Kedatangan jenazah itu menjadi salah satu aktivitas yang bertahan di Bandara Internasional Ben-Gurion Israel yang sudah terlihat mati sejak pandemi.

Seorang pejabat penerbangan Israel yang tak mau disebutkan namanya bilang sebuah penerbangan kargo yang berasal dari Belgia membawa sekitar 20 mayat dalam satu penerbangan dengan frekuensi lima kali seminggu. Itu merupakan jumlah yang tak biasa.

Sebagian besar berasal dari Prancis, yang memiliki komunitas besar Yahudi dan negara tersebut menunjukkan kasus virus Corona yang tinggi. Dia mengatakan penerbangan kargo mingguan dari New York juga membawa banyak mayat tetapi seringkali tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarga, karena kebiasaan Yahudi mengharuskan penguburan orang mati segera.

Fletcher, fasilitator pemakaman, mengatakan banyak orang di New York telah memilih untuk menguburkan mayat di AS untuk sementara. Barulah setelah pandemi berakhir, mereka bakal menggali kubur dan memindahkannya ke Yerusalem.



Simak Video "Virus Corona Diklaim Dapat Menular Lewat Udara"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA