Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 08 Mei 2020 03:28 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Tren Ramadhan Terbaru di Tengah COVID-19

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
WFH
Ilustrasi (Shutterstock)
Jakarta -

Bulan Ramadhan tahun 2020 ini memang agak banyak berbeda akibat pandemi COVID-19. Ada sejumlah tren baru yang muncul tahun ini karena virus Corona.

Hal itu pun terungkap dalam riset terbaru perusahaan media intelligence Isentia. Dilihat detikcom dari pers releasenya, Jumat (8/4/2020), tren itu didapat Isentia lewat perbincangan media sosial terkait implementasi langkah pemerintah dan dampaknya terhadap perilaku masyarakat.

Diketahui, yang pertama adalah langkah pemerintah untuk menetapkan larangan mudik pada tanggal 24 April, yang hingga berita ini diturunkan (5/5) dibicarakan warganet Indonesia sebanyak 14.085 kali di media sosial.

"Video call bersama keluarga dan kerabat menjadi solusi yang diambil masyarakat untuk mengobati rasa rindu karena tidak bisa mudik. Menanggapi perubahan tren ini, kami menemukan beberapa perusahaan telekomunikasi merilis paket kuota murah bagi penggunanya agar tetap dapat menjalin silaturahmi secara online," jelas Rendy Ezra, Insights Manager dari Isentia Indonesia.

Trend di dunia digital

Selain itu, PSBB dan #DiRumahAja juga ramai dalam dibicarakan warganet hingga muncul dalam 77.074 postingan medsos dalam seminggu terakhir. Sebagai dampak pemberlakuan langkah ini, sejumlah tempat-tempat umum ditutup dan beberapa restoran menetapkan untuk tidak makan di tempat dan hanya boleh untuk delivery maupun take away.

Meski di bulan puasa, pemerintah menetapkan untuk mengurangi kegiatan di luar rumah dan menghimbau masyarakat untuk menggantikannya dengan di rumah saja. Termasuk kegiatan ngabuburit, tarawih, sholat berjamaah maupun acara buka bersama.

Perubahan ini juga memunculkan tren baru, yaitu berbuka puasa dengan memesan makanan melalui aplikasi untuk diantarkan ke rumah. Lebih lanjut, beberapa aplikasi pesan antar makanan juga memfasilitasi masyarakat dengan promo diskon yang besar.

Reschedule dan refund tiket

Di samping dua hal tersebut, perubahan tanggal cuti bersama juga menjadi perhatian bagi masyarakat. Semula cuti bersama yang ditetapkan pada tanggal 22 Mei dan 26 hingga 29 Mei, diganti menjadi tanggal 28 hingga 31 Desember.

Perubahan tanggal cuti bersama ini membuat masyarakat yang telah membeli tiket untuk bepergian mendadak mengganti atau me-reschedule tanggal keberangkatan dan kembali.

Sejumlah maskapai penerbangan tidak menerapkan aturan penggantian tanggal dan membuat masyarakat yang telah membeli sedari jauh-jauh hari harus membeli tiket yang baru. Sementara tiket kereta api lebih mudah dan cepat untuk dikembalikan menjadi uang kepada masyarakat yang telah membeli.

Itulah beberapa tren yang muncul di bulan Ramadhan tahun ini akibat COVID-19. Kebanyakan adalah tren baru yang bersifat digital, mengingat ada banyak hal yang tak bisa dilakukan



Simak Video "38 Daerah Berubah Status Jadi Zona Hijau, Mana Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA