Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 08 Mei 2020 20:05 WIB

TRAVEL NEWS

Dampak Terparah Pariwisata Dialami oleh Spanyol, Italia, hingga AS

Putu Intan
detikTravel
Hiruk-pikuk traveler hilang selama masa lockdown melawan virus Corona. Yuk bernostalgia lagi saat Patung Liberty penuh sesak traveler.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pandemi Corona telah memaksa sejumlah negara untuk lockdown dan otomatis membuat industri pariwisatanya rehat sejenak. Sayangnya, dengan ketidakpastian kapan pandemi ini usai, industri pariwisata menjadi makin rentan mengalami kebangkrutan yang juga akan berdampak pada perekonomian suatu negara.

Dilansir dari Forbes, Jumat (8/5/2020) penutupan perbatasan dan pemberhentian operasi maskapai penerbangan saat ini membuat destinasi wisata tak mampu menjaring wisatawan untuk membuat industri tersebut tetap berjalan. Destinasi di Eropa dan Amerika Utara juga akan rugi besar karena melewatkan momen liburan musim panas. Pariwisata pun diprediksi tak akan lagi sama dimana wisatawan harus saling menjaga jarak mulai dari di transportasi, akomodasi, hingga destinasi itu sendiri.

Di sisi lain terlalu terburu-buru dalam membuka akomodasi, mengurangi batasan, dan menyambut wisatawan juga berisiko. Forbes menyebutnya sebagai taruhan yang tinggi menjelang musim panas, terutama bagi negara-negara yang paling terpukul virus Corona seperti Spanyol dan Italia.

Kedua negara ini sangat bergantung pada pariwisata dan tengah berjuang secara ekonomi bahkan sebelum krisis Corona terjadi karena memiliki tingkat utang dan pengangguran yang tinggi. Oleh sebab itu, mereka termasuk dalam daftar negara paling rentan secara ekonomi dari dampak pandemi ini.

World Travel & Tourism Council menjelaskan, kontribusi industri pariwisata bagi ekonomi Spanyol dan Italia itu tinggi, yakni 14,4 persen dan 13 persen pada PDB selama 2019. Kontribusi ini didapatkan dari hotel, agen travel, maskapai, restoran dan aspek lain dari pengeluaran wisatawan.

Selain Spanyol dan Italia, negara lain yang rentan adalah Amerika Serikat (AS). Industri pariwisata di negara itu menyumbang 8 persen dari PDB.

Asosiasi Perjalanan AS bersama dengan Oxford Economics merilis data pada bulan lalu yang menunjukkan bahwa 8 juta orang yang bekerja di sektor pariwisata telah kehilangan pekerjaan. Sementara angka pengeluaran wisatawan menurun sebesar USD 500 miliar tahun ini.

Sementara itu, jika dilihat dari urutan kontribusi industri pariwisata terbesar pada PDB, negara-negara yang paling terdampak adalah Spanyol, Italia, China, Jerman, Inggris, AS, Prancis, dan Iran.



Simak Video "Jokowi Cek Kesiapan Pariwisata Banyuwangi Pakai Face Shield"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA