Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 10 Mei 2020 03:29 WIB

TRAVEL NEWS

Gajah di Tempat Wisata Thailand Akhirnya 'Mudik' ke Hutan

Putu Intan
detikTravel
Gajah di Tempat Wisata Thailand Akhirnya Dipulangkan ke Hutan
gajah Thailand berjalan sejauh 150 km untuk sampai ke hutan. (Foto: Save Elephant Foundation via AP)
Bangkok -

Gajah-gajah di tempat wisata Thailand yang sebelumnya diberitakan kelaparan akhirnya dipulangkan ke habitat aslinya di hutan. Lebih dari 100 ekor gajah digiring berjalan sejauh 150 kilometer untuk sampai ke hutan.

Diwartakan Associated Press, Save Elephant Foundation yang berada di utara Chiang Mai menginisiasi kembalinya gajah-gajah ini ke habitat aslinya. Selama pandemi Corona ini, yayasan tersebut telah menggalang dana untuk memberikan makanan bagi gajah-gajah yang masih berada di tempat wisata.

Namun pada akhirnya pendiri Save Planet, Saengduean Chailert bersama suaminya, Sadudee Serichevee memutuskan untuk lebih baik mengembalikan gajah ke hutan agar gajah-gajah dapat hidup lebih bebas dan mandiri.

Selain itu, mereka juga sudah tak mampu membayar pengeluaran bulanan sebesar 200.000 baht atau hampir Rp 93 juta untuk sewa tempat dan fasilitas, memberi gaji pegawai, dan menyediakan makanan. Dalam sehari, gajah dapat mengonsumsi sekitar 300 kilogram rumput dan sayuran.

Foto: Save Elephant Foundation via AP

Sebelumnya, World Animal Protection mengatakan, terdapat 2.000 gajah yang berisiko kelaparan karena pemiliknya tidak mampu memberi mereka makan.

Sejak bulan lalu, gajah-gajah dari Chiang Mai dikembalikan ke Mae Chaem dimana di sana terdapat desa dari etnis minoritas yaitu Karen. Orang-orang Karen secara tradisional memang memelihara gajah.

Chailert berharap gajah-gajah ini dapat hidup bersama para penduduk desa yang merupakan komunitas pecinta lingkungan. Ini dianggap lebih baik ketimbang tetap berada di tempat wisata dimana mereka seringkali disiksa.

Sebelum bisa sampai ke Mae Chaem, Chailert dan Serichevee bersama para pemilik gajah lainnya harus menggiring gajah berjalan karena biaya untuk mengangkut gajah terlampau besar. Di sisi lain, gajah mampu berjalan dengan kecepatan 7,25 kilometer per jam.

Perjalanan itu dimulai pada 30 April. Mereka berjalan melintasi bukit, jalanan beraspal, sampai jalan yang masih berupa tanah. Mereka disambut meriah saat sampai di tempat tujuan pada Senin (4/5/2020).

Foto: Save Elephant Foundation via AP

"Gajah-gajah ini belum punya kesempatan kembali ke rumah selama 20 tahun. Mereka tampak sangat bahagia saat sampai di rumah, mereka membuat suara-suara bahagia, mereka berlari ke sungai dekat desa dan bersenang-senang bersama anak-anak kami," kata Sadudee.

Tak hanya gajah-gajah di Chiang Mai, gajah Thailand lainnya di Distrik Tha Tum juga menyambut 40 ekor gajah bulan lalu.

"Kami tidak tahu kapan COVID-19 akan pergi. Jadi ini adalah tugas kita, untuk membantu memberi makan gajah yang diberhentikan karena wabah," kata Saengduean Save Elephant.



Simak Video "Rahasia Resep Tengkleng Gajah dari Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA