Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 19 Mei 2020 04:53 WIB

TRAVEL NEWS

Jangan Buru Penyu Demi Vitalitas, Khasiatnya Nggak Beda Jauh Telur Ayam

Femi Diah
detikTravel
GAASH, ISRAEL - NOVEMBER 21: Volunteers of the Israeli sea turtle rescue center free a Loggerhead sea turtle back to the Mediterranean sea on November 21, 2013 in Gaash, Israel. The turtle is one of two wounded Loggerhead sea turtles that were rehabilitated at the rescue center and freed today. From transplanting turtle nests during the nesting season to protected beaches, through the rescue and treatment of wounded turtles brought in by fishermen or washed up on Israels shores, to the development of a long-range breeding program for the threatened Green turtles, the volunteers and staff of the Israeli Nature and Parks Authority are doing their best to protect the creatures. The numbers have dwindled in the Mediterranean to an estimated 450 nesting female Green turtles and about 2500 nesting female Loggerheads. Far removed from man-made obstacles and protected from their natural predators such as crabs, foxes and birds, the hatchlings make their race to the sea with the hope that more than 20 years later they will return to the same beach to ensure the species survival. (Photo by Uriel Sinai/Getty Images)
Foto: Getty Images/Uriel Sinai
Jakarta -

Profauna bersama Yayasan Penyu Indonesia mengimbau masyarakat agar tak memburu penyu apapun jenisnya hanya untuk dikonsumsi. Khasiatnya yang hebat cuma mitos.

Penyu diburu karena khasiatnya yang dianggap sebagai biang segala obat. Termasuk, menambah vitalitas. Harganya yang relatif mahal tak menyurutkan permintaan daging dan telur penyu untuk dimakan.

Padahal, alih-alih memiliki manfaat besar untuk kesehatan, penyu justru berbahaya bagi pengonsumsinya. Sebab, di dalam tubuh penyu terdapat bakteri, parasit, dan senyawa logam berat, seperti merkuri dan organoklorin.

"Kalau soal khasiat sebagai penambah vitalitas itu cuma mitos. Memang betul, daging penyu mengandung protein, namun tidak beda jauh dengan telur ayam. Jadi, kenapa mengorbankan satwa langka untuk dapat protein yang setara dengan telur ayam," kata Rosek Nursahid dalam IG Live Profauna bersama Yayasan Penyu Indonesia awal pekan ini.

Selain itu, kkp.go.id menyebut satu-satunya yang membedakan telur ayam dan telur penyu ada pada kandungan kolesterolnya. Kandungan kolesterol telur penyu setara dengan 20 butir telur ayam.

Telur penyu juga mengandung senyawa beracun yang disebut PCB (polychlorinated biphenyl), suatu senyawa organoklorine yang biasa digunakan dalam industri.

Sifat senyawa itu tidak mudah larut di dalam air tetapi larut di dalam minyak/lemak. Artinya, jika PCB masuk ke dalam tubuh maka sulit untuk dikeluarkan, bahkan tertahan dan terakumulasi secara biologis di dalam jaringan lemak dan akan diturunkan kepada keturunan pengonsumsi.

PCB dapat menyebabkan kanker, mengganggu sistem kekebalan tubuh, sistem saraf dan menyebabkan penebalan kulit, serta persisten atau awet di lingkungan.



Simak Video "Konservasi Penyu, Malang"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA