Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 19 Mei 2020 10:21 WIB

TRAVEL NEWS

Agoda Sudah Tak Tahan Lagi, PHK 1.500 Karyawan

Kantor Agoda di Singapura
Agoda goncang karena pandemi virus Corona.
Jakarta -

Raksasa situs booking online penerbangan dan hotel Agoda akan melakukan PHK terhadap 25 persen pekerjanya di 30 negara. Itu berarti ada 1.500 pekerja yang akan terkena dampak.

Mengutip Skift, CEO Agoda, John Brown, menjanjikan pemutusan kerja itu merupakan langkah pertama dan terakhir yang dilakukan perusahaannya untuk meminimalkan dampak virus Corona pada kas perusahaan.

"Hari ini, kami mengumumkan perlunya melakukan penghematan yang lebih besar untuk memastikan bahwa Agoda dapat mengatasi krisis ini dan mempersiapkan diri untuk jangka panjang. Kami perlu mengubah ukuran dan membentuk kembali tim untuk beradaptasi dengan seperti apa perjalanan di masa depan, dan ini berarti bahwa kami telah mengambil keputusan yang sangat sulit untuk mengurangi tim kami yang ada sebanyak 1.500 karyawan," ujar Brown.

Brown menambahkan pihaknya sudah mencoba menahan pekerja selama mungkin, pertama dengan cara mengurangi biaya usaha.

Brown malah sudah tidak mengambil gajinya sampai akhir tahun ini. Namun virus Corona membawa dampak yang lebih berat dan lebih lama dari yang diprediksi. Pengumuman PHK itu disampaikan Brown dalam rapat virtual dengan para pekerja.

"Pengurangan pekerja paling banyak terjadi dalam tim CEG (Customer Experience Group) tapi juga mereka yang bekerja di bidang IT, produk, keuangan, layanan mitra, pemasaran dan Rocketmiles," ujarnya saat ditanya karyawan bagian mana yang paling banyak terkena PHK.

Selain pemotongan pekerja, Agoda akan mengurangi gaji semua manajemen senior sebesar 20 persen mulai 1 Juni.

Pemotongan 1.500 staf di 30 negara ini memang cukup besar, tapi Brown mengatakan ini akan menjadi satu-satunya langkah yang diambil perusahaan untuk mencegah kekhawatiran pekerja yang masih tersisa.

"Sebelum mengambil keputusan ini, kami mengambil langkah-langkah agresif dan peluang untuk mengurangi biaya di seluruh bisnis. Pengurangan staf akan selalu menjadi pilihan terakhir, tetapi kami harus membuat keputusan yang sangat sulit ini. Yang benar adalah bahwa sementara kita melihat beberapa tanda-tanda pemulihan di pasar inti kita di Asia-Pasifik, dampak Covid-19 pada industri perjalanan lebih dalam dan akan lebih lama dari yang kita bayangkan," ujarnya.

Brown menambahkan saat ini perusahaan tengah berupaya melakukan inovasi produk yang akan memberikan fleksibilitas.

Pada bulan Maret, Agoda memperkenalkan EasyCancel, memungkinkan hotel dan properti mitra yang berpartisipasi di seluruh dunia untuk menawarkan para tamu fleksibilitas pemesanan yang lebih besar dan opsi untuk membatalkan hingga 24 jam sebelum kedatangan. Ini terkait dengan semua pemesanan yang dilakukan hingga 30 Juni.

Produk baru ini dikeluarkan Agoda untuk menanggapi keinginan pelanggan untuk solusi pemesanan fleksibel yang lebih luas.

Agoda menawarkan 2,6 juta properti di 200 negara dan wilayah di seluruh dunia. Tahun lalu, Agoda menambahkan produk dan paket penerbangan untuk membantu membuat perjalanan lebih mudah.



Simak Video "Bertambah 308 Positif Corona 14 Mei, DKI Sumbang 114 Kasus"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA