Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 24 Mei 2020 14:41 WIB

TRAVEL NEWS

Tak Ada Tradisi Garabeg, Keraton Yogyakarta Bagikan Ubarampe Gunungan

Pradito Rida Pertana
detikTravel
Keraton Yogyakarta bagikan ubarampe gunungan
Foto: (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Tradisi Garabeg menjadi hal yang tak lepas dari Ramadhan di Yogyakarta. Namun adanya pendemi Corona membuat tradisi sedikit berubah.

Penetapan kondisi tanggap darurat COVID-19 membuat kegiatan Hajad Dalem Garebeg Sawal yang ditandai dengan arak-arakan gunungan pada hari ini, Minggu (24/5/2020) atau 1 Sawal Wawu 1953/1441 H ditiadakan. Namun Keraton Yogyakarta membagikan ubarampe gunungan, dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan.

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Yogyakarta, GKR Condrokirono mengatakan, bahwa keputusan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap risiko penyebaran COVID-19 yang dapat terjadi dalam kerumunan massa. Disamping itu, hal tersebut merupakan bentuk kepekaan Keraton Yogyakarta dalam menaati imbauan pemerintah pusat.

Meski arak-arakan prosesi Garebeg Sawal ditiadakan, Keraton Yogyakarta akan membagikan ubarampe gunungan, dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan.

Keraton Yogyakarta bagikan ubarampe gununganKeraton Yogyakarta bagikan ubarampe gunungan Foto: (Pradito Rida Pertana/detikcom)



"Prosesi arak-arakan gunungan beserta prajurit yang biasa digelar memang tidak ada. Namun kami tetap akan membagikan ubarampe gunungan yang berupa rengginang. Hal ini merupakan usaha Keraton Yogyakarta dalam melestarikan tradisi di tengah pandemi," ujar GKR Condrokirono melalui keterangan tertulis.

Melalui usaha tersebut, GKR Condrokirono berharap agar esensi dari garebeg itu sendiri tidak hilang. Mengingat prosesi ini tetap bermakna sebagai ungkapan rasa syukur dan sedekah dari raja kepada kerabat dan rakyatnya.

"Disamping itu, pelaksanaan garebeg pada jaman dahulu memang dilakukan dengan membagi-bagikan ubarampe gunungan, bukan dengan merayah atau merebut gunungan seperti dikenal saat ini," katanya.



"Dengan cara demikian, kerumunan massa akan terminimalisir dan prosesi justru berjalan seperti pelaksanaan garebeg zaman dulu," imbuh GKR Condrokirono.

Upacara inti pada pembagian ubarampe tersebut serupa dengan prosesi garebeg yang umum dilaksanakan. Ubarampe gunungan akan terlebih dahulu dirangkai dan diinapkan satu malam di Bangsal Srimanganti sejak kemarin, Sabtu (23/5/2020).

Keraton Yogyakarta bagikan ubarampe gununganKeraton Yogyakarta bagikan ubarampe gunungan Foto: (Pradito Rida Pertana/detikcom)



Adapun prosesi pembagian dan pemberangkatan pareden digelar keesokan harinya yakni hari pertama Idul Fitri pukul di Bangsal Srimanganti dan dipimpin GKR Mangkubumi. Seusai didoakan Abdi Dalem Kaji, pareden selanjutnya akan didistribusikan kepada Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, Kepatihan dan Puro Pakualaman.

"Ada 2700 tangkai rengginang yang disiapkan. Ubarampe tersebut berjumlah sama dengan banyaknya rengginang yang disiapkan dalam Gunungan Estri dan Gunungan Dharat pada saat Upacara Garebeg sebagai mana mestinya," ucapnya.

"Untuk distribusi rengginang ke seluruh Abdi Dalem diberikan melalui Penghageng setiap Tepas atau Kawedanan supaya tidak menimbulkan kerumunan. Baik Penghageng dan Abdi Dalem yang menerima ubarampe gunungan juga wajib menggunakan masker dan mematuhi standar protokol kesehatan dengan mencuci tangan dan menjaga jarak," lanjutnya.



Simak Video "Ngopi Unik di Tengah Pandemi COVID-19 dengan #CoffeeOnTheBus"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA