Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 26 Mei 2020 23:24 WIB

TRAVEL NEWS

Anjing Tengah Dilatih Agar Bisa Endus Bau Orang yang Terkena Corona

Dadan Kuswaraharja
detikTravel
Anjing tengah dilatih agar bisa mencium bau orang yang terkena virus Corona di London.
Anjing tengah dilatih agar bisa mencium bau orang yang terinfeksi Corona Foto: London School of Hygiene and Tropical Medicine
London -

Sekelompok peneliti dari Inggris tengah melatih beberapa anjing agar bisa mendeteksi aroma badan orang yang terinfeksi virus Corona, bahkan saat orang itu belum menunjukkan gejala sama sekali.

Sebelumnya, diketahui kalau orang yang terjangkit penyakit seperti malaria, kanker, Parkinson mengeluarkan aroma tertentu yang bisa dicium baunya oleh anjing terlatih. Karena itu peneliti berharap, COVID-19 bisa dideteksi dengan cara yang sama.

Mengutip situs resmi London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM), mereka tengah berkolaborasi dengan Universitas Durham dan lembaga Medical Detection Dogs untuk melakukan penelitian tersebut. Mereka mendapatkan suntikan dana 500.000 poundsterling dari pemerintah Inggris.

"Dari hasil penelitian kami sebelumnya terlihat kalau Malaria mengeluarkan aroma khusus, dan dengan Medical Detection Dogs, kami berhasil melatih anjing untuk secara akurat mendeteksi malaria. Kami mengetahui kalau penyakit saluran pernapasan akan mengubah aroma badan, karena itu kami berharap anjing juga nanti bisa mendeteksi COVID-19," ujar Profesor James Logan, peneliti utama dari LSHTM di situs resminya.

Dia berharap dengan bantuan dari pemerintah Inggris, anjing-anjing pendeteksi Corona bisa digunakan untuk memantau penumpang di bandara-bandara. "Jika berhasil hal ini akan memberikan diagnosis virus yang revolusioner, proses pemantauan bisa dilakukan pada orang dengan jumlah banyak dan membuat kehidupan kita kembali normal," harapnya.

Tim peneliti sudah mendapatkan contoh virus dari staf NHS di rumah-rumah sakit London. Setidaknya mereka saat ini tengah melatih 6 anjing, yang merupakan campuran dari Labradors dan Cocker Spaniels.

Sementara itu Profesor Steve Lindsay, dari Universitas Durham mengatakan jika anjing-anjing terlatih mereka bisa mengidentifikasi orang yang terkena virus tapi tidak menunjukkan gejala maka akan membawa perubahan yang signifikan dalam upaya dunia mengatasi wabah Corona.

"Nantinya kita bisa menggunakan banyak anjing di pelabuhan-pelabuhan untuk mendeteksi traveler yang memasuki negara kita dengan virus. Hal ini penting untuk mencegah gelombang epidemik yang kedua," ujarnya.

Semoga berhasil ya, traveler...



Simak Video "Inggris Ubah Pusat Pameran Jadi RS Darurat"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA