Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 27 Mei 2020 13:45 WIB

TRAVEL NEWS

Tanda Venesia Buka untuk Turis Lagi: Gondola Layani Warga Lokal

Femi Diah
detikTravel
VENICE, ITALY - NOVEMBER 15:  Two gondola manouvers along an unusually empty Grand Canal around the Rialto area during the third day of strike by the transporters on November 15, 2013 in Venice, Italy.  The strike opposes the newly approved Venice council law that would impose strict controls and limits the traffic on the Grand Canal.  (Photo by Marco Secchi/Getty Images)
Gondola di Venesia beralih fungsi melayani transportasi warga lokal. (Marco Secchi/Getty Images)
Venesia -

Setelah dua bulan lockdown (mengunci wilayah), Venesia di Italia mulai melonggarkannya secara bertahap. Wisata gondola menyusuri sungai di spenajang kota itu pun dibuka.

Kendati Italia belum membuka diri untuk turis, gondola sudah beroperasi. Di periode pandemi virus Corona, gondola-gondola itu berubah fungsi untuk menjaadi alat transportasi penduduk lokal.

Selain itu petugas datung gondola juga beradaptasi dengan cepat soal penampilan. Mereka mengenakan kaus tangan dan masker wajah. Mereka juga mengatur sedemikian penumpang agar tetap menerapkan jaga jarak.

Penasihat kota untuk Perlindungan Tradisi, Giovanni Giusto, restorasi pelayanan gondola itu sebagai langkah pertama Venesia untuk kembali normal.

"Itu kabar bagus. Itu sebuah tanda kepada semua orang untuk kembali ke kondisi normal lagi secepatnya, namun tak mengurangi kewaspadaan kami untuk mengalahkan virus untuk selama-lamanya," ujar Giusto seperti dikutip AFP.

Ya, gondola yang beroperasi sebisa mungkin telah didisinfektan. Petugas kebersihan ditugaskan untuk menyemprot area penumpang gondola itu dengan penumpang. Selain itu, hanya warga lokal yang bisa menggunakan gondola itu hingga Italia membuka perbatasan untuk turis Eropa pada 3 Juni.

Italia, termasuk kawasan Venesia, memang menjadi epicentrum COVID-19. sejak 9 Maret mereka bertarung untuk menghentikan penularan virus corona yang mencapai angka 32.000.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte menyebut negara telah menghitung risiko saat melonggarkan lockdown untuk menghentikan kelumpuhan akibat pandemi itu.

"Kami mengambil risiko dan akan menerimanya. Kalau tidak, kita tidak bisa menerimanya lagi. Kami tak bisa menunggu vaksin," dia menambahkan.

Pembukaan restoran, bar, barber, dan museum serta izin bepergian dalam satu wilayah sudah dimulai sejak 18 Mei. Pada 3 Juni, Italia akan mengizinkan warga untuk bepergian di dalam negeri, turis Eropa juga diizinkan untuk memasuki Italia.



Simak Video "Update Positif Covid-19 RI Per 9 Agustus: 125.396 Positif, 80.952 Sembuh"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA