Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 28 Mei 2020 20:08 WIB

TRAVEL NEWS

Maaf, Jepang Tidak Membayar Setengah Biaya Liburanmu

Bonauli
detikTravel
Hamparan Bunga di Shikisai-no-oka, Hokkaido, Jepang.
Turis di Hokkaido, Jepang Foto: Dadan Kuswaraharja
Tokyo -

Pemerintah Jepang sempat dikabarkan akan membayar setengah biaya liburan turis. Namun Jepang meluruskan kabar yang sudah bikin heboh dunia wisata global ini.

Sebelumnya Kepala Badan Pariwisata Jepang, Hiroshi Tabata, mengatakan bahwa Jepang mengusulkan diskon 50% biaya wisata di negaranya untuk menarik kembali minat wisatawan. Kebijakan yang disebut Go to Travel Campaign ini akan berlaku per Juli mendatang.

Menurut dokumen anggaran yang dirilis oleh kementerian ekonomi Jepang, turis akan mendapatkan voucher restoran dan perjalanan ke penginapan. Biayanya maksimum 20.000 yen per orang dan per menginap. Total biaya yang disiapkan Jepang mencapai 1,35 triliun yen atau sekitar Rp 186 triliun, jumlah yang sangat besar ya?

Beberapa media besar mulai dari Japan Times, sampai Mirror awalnya menuliskan kebijakan ini berlaku juga untuk wisatawan asing.



Kabar gembira ini pastinya disambut baik oleh wisatawan dunia yang sedang menantikan liburan setelah Corona berakhir. Begitu viral, pemerintah Jepang pun mengakui adanya kesalahan. Kabar tersebut langsung diklarifikasi dalam sejumlah tweet di akun resmi Badan Pariwisata Jepang.


"Saat ini insentifnya hanya ditujukan kepada orang yang tinggal di Jepang saja dan bukan pengunjung luar negeri," ujar juru bicara Japan Nation Travel Organization (JNTO).



Insentif ini akan ditawarkan untuk menutupi sebagian dari biaya perjalanan domestik. Rupanya kampanye tersebut menjadi kesalahpahaman antar media luar. Karena sudah viral, pihak JNTO pun meluruskannya. Sayang, hal ini rasanya terlalu indah untuk jadi kenyataan ya.



Simak Video "Jepang Cabut Status Keadaan Darurat"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA